Thursday, December 11, 2008

IHSG mengikuti Dow Jones?



Saya subscribe email buletin dari Marketwatch. Sering terjadi, kalau semalam diberitakan indeks dow jones turun, maka besoknya IHSG ikut turun, dan sebaliknya.

Saya ambil data 3 bulan ke belakang dari yahoo finance.

Coba kita bandingkan utk tgl2 tertentu pada grafik diatas, ada 11 tanggal patokan yg bergaris : 22 sept, 29 sept, 13 okt s/d 9 des.

Ada 9 tanggal yg sama, dimana jika DJI turun, IHSG ikut turun. Jika DJI naik, IHSG ikut naik.

Hanya ada 2 tgl yg berbeda yaitu 24 nov, dimana DJI naik tapi IHSG turun. Perbedaan yg lain terjadi di tgl 9 des, tapi saya rasa ini terjadi karena kita libur idul adha.

Satu lagi yg saya bandingkan, trend antar tgl patokan, ternyata juga mirip.

Kemiripannya cukup besar, lumayan bisa buat bantu prediksi transaksi besok... ;)

Ruzika Moslem Outlet 5 - Pasar Ciracas











Saturday, December 6, 2008

Studi Kasus : Buka Toko Busana Muslim

Pernah beberapa kali ada email yg masuk menanyakan hitung2an utk buka toko busana muslim. Pas kebetulan ini ada hitung2an yg real utk cabang Ruzika Moslem Outlet di Pasar Ciracas, saya sharing aja.



Pasar Ciracas adalah pasar tradisional yg diremajakan. Kondisi fisik kios baru selesai dan ditempati kembali setelah lebaran 2008. Pembangunan masih berlangsung sampai saat ini, terutama utk area parkir.

Sebetulnya saya lebih suka membeli kios daripada menyewa. Tapi karena kios di posisi yg bagus sdh terisi semua dan yg dijual harganya sdh cukup tinggi, akhirnya diputuskan utk menyewa saja. Itu pun dapatnya tidak di lokasi terbaik, tapi masih menempel di lokasi utama.

Dengan berbagai pertimbangan, selain menyewa, saya juga membeli satu kios di posisi agak belakang tapi masih satu jalan. Kios ini sementara disewakan dulu.

Komponen sewa termasuk pos yg besar, akan lebih baik jika kita bisa bayar sewa per bulan sehingga biaya awal menjadi lebih kecil. Harga sewa yg saya dapat termasuk murah utk di lokasi itu, pemiliknya adalah seorang pedagang senior yg memiliki puluhan kios di berbagai pasar dan sebagian besar disewakan.



Karena di pasar tradisional, jam kerjanya agak beda dengan di mall. Di mall biasa buka dari jam 10:00 - 20:30. Di pasar mulai jam 06:00 pagi sudah ramai, jadi jam 07:00 kita harus sdh buka dan tutup jam 17:30.

Untuk menutup biaya operasional bulanan minimal saya harus memperoleh pendapatan 2,8 juta. Di pasar biaya listrik dan service charge jauh lebih murah. Pegawai yg saya rekrut adalah menantu pemilik toko sebelah sehingga mudah2an lebih bisa dikontrol. Sementara 1 orang dulu.




Dengan beberapa asumsi diatas, saya akan mencapai BEP jika sales per bulan mencapai 9,45 juta. Kalau di breakdown per hari berarti sekitar 300 ribuan, atau penjualan 9 item per hari. Jualan 300 ribu aja per hari masa ga dapat? Insyaallah bisa berlipat... :)



Tapi jualan kan mesti untung, jadi saya harus menetapkan target. Targetnya ga usah muluk2. Dari data history Ruzika, saya ambil data penjualan yg masuk akal utk satu toko baru. Ternyata masih dapat Nett Profit 3,5 jutaan. Mungkin buat sebagian rekan2 nilainya ga seberapa. Tapi ada juga sebagian rekan yg lain yg sdh bekerja > 10 tahun tapi gajinya masih di bawah nilai itu. Siapa tau ini bisa jadi alternatif sampingan.

Yang perlu sedikit diperhatikan adalah jumlah stok vs sales. Karena modal minim, jumlah stok juga sedikit. Artinya kita harus lebih sering belanja barang. Stok harus dijaga jangan sampai kehabisan. Katanya sih, idealnya stok itu harus 2 x sales bulanan, tapi kalo duit udah mentok kan ga bisa dipaksa. Ya nanti sambil jalan stok ditambah sedikit2.

Tingkat pengembalian modal mencapai 8% per bulan, berarti akan kembali modal dalam waktu sekitar 1 tahun. Tapi jangan lupa, selama periode 24 bulan ke depan masih akan ada 2 x lebaran. Omzet saat Ramadhan biasanya meningkat lumayan.

Kalau melihat data ROI yg 8%, rasanya usaha ini masih layak jika dibiayai dari hutang. Kredit modal kerja dengan bunga 1.5% - 2% per bulan masih bisa di coba.

Setelah masa sewa berakhir bagaimana? Biaya yg dikeluarkan lagi hanya biaya sewa. Mungkin akan naik 5-10%. Kalau ternyata naiknya lebih dari itu atau malah kios tidak disewakan lagi bagaimana? Itu gunanya kios yg dibeli. Walau lokasi bergeser ke belakang sedikit tapi mudah2an pelanggan loyal akan tetap mencari.

Hasil lebih besar bisa dicapai jika ditangani sendiri tanpa karyawan. Tapi akan jauh lebih besar lagi jika operasional toko tetap ditangani karyawan dan pemilik tetap fokus memikirkan masalah yg lebih strategis, sistemnya, sourcingnya, pembiayaan dan... pembukaan cabang yg lain... kalo belum cape... hehe...

Oya, disclaimer on ya. Ini hanya hitung2an saya. Hitungan kertas sering beda dengan kinerja lapangan. Kalo ternyata dalam praktek profitnya jauh lebih gede, jangan kaget.... ;)

Note :
Ruzika Moslem Outlet menyediakan Paket Buka Toko.
Nilai paket ini Rp. 14.286.000, dapat diperoleh dengan hanya Rp. 10.000.000 saja.
Isi paket adalah 10 merek produk fast moving di toko kami berupa jilbab dewasa dan anak, kaos muslim dewasa dan anak serta mukena.

Wednesday, December 3, 2008

Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi

Media Indonesia, 30 November 2008


BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan persiapan mental dan strategi yang matang. Keterbatasan modal bukan halangan. Posisinya sebagai project manager membuat Muhammad Rosihan, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh.

Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis. Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang self employee pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002.

"Modalnya, sebuah proyek senilai Rp 30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan. Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya.

"Namanya berbisnis di sektor jasa yang knowledge based itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan. Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir.

Sejak 2004, ia menggeluti bisnis ritel fesyen muslimah. "Memang harus ada shortcut, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.

Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp 30 juta hingga Rp 60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.

Jalur aman
Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.

"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.

Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya.

"Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti. Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama.

"Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.

Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, Ryad Kusuma, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya.

Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA.

Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian.

Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka. Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami dasar manajemen bisnisnya dengan tekanan pada tata kelola pemasaran dan komunikasi bisnis.

Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka.

Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.

"Semua harus dipelajari dengan cepat dan mengaplikasikannya dengan cepat pula," kata Rosihan.

Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.

Jadi, kapan Anda kirim surat resign?

(Gusvarice, Zat/M-3)

UKM (masih) Tahan Krisis

Media Indonesia, Minggu 16 November 2008


MULAI Januari 2009, Ryad Kusuma, 39, mesti merogoh dana tambahan paling sedikit Rp 2,3 juta dari koceknya untuk menambal kenaikan suku bunga pinjaman. Pergerakan suku bunga yang terus meroket pasca krisis keuangan di Amerika Serikat yang kemudian merembet ke pasar global akhirnya berimbas juga pada pengusaha di sektor mikro, termasuk Ryad.

"Pada 2008 ini, bunga bank saya dengan agunan properti 12%, nilainya Rp 700 juta. Kayaknya tahun depan bisa tembus 16%, itu berarti mesti ada tambahan paling sedikit Rp 2,3 juta. Besar lo, bisa buat gaji tiga karyawan," ujar pebisnis yang beberapa bulan lalu melepas status pekerjanya untuk konsentrasi penuh mengurus usahanya itu kepada Media Indonesia awal pekan ini.

Beban itu semakin terasa makin menyesakkan dada ketika investasi Ryad di lantai bursa juga ikut rontok seiring dengan terjun bebasnya harga saham. Namun, alih-alih cuma mengerutkan kening, Ryad justru melakukan ekspansi.

Pada Oktober lalu, seusai bertandang ke pameran waralaba, Ryad memutuskan terjun di bisnis baru, jasa ekspedisi. Tentunya ia tak hendak melawan raksasa-raksasa di bisnis pengiriman. Ia memilih berada di posisi paling hilir jadi agen buat Eka Sari Lorena (ESL) Express, perusahaan yang lebih dulu berkibar di sektor transportasi.

Sebelumnya, Ryad memang telah akrab dengan dunia kirim-mengirim barang. Pasalnya, selain berdagang di pasar konvensional, ia punya toko daring yang pelanggannya berasal dari berbagai kota di Indonesia bahkan hingga Malaysia dan Singapura.

"ESL ini kompetitif, kirim tiga kg ke pelanggan di Surabaya cuma Rp 21 ribu, di ekspedisi lain Rp 39 ribu.

Dengan Rp5 juta, tempat, dan satu-dua pegawai, bisa jadi agen. Jadi bisa hemat biaya kirim, fee agen yang biasanya buat orang lain, masuk ke tangan saya dan tentunya punya bisnis baru," kata pria yang rajin menuliskan perjalanan bisnisnya di blog pribadi itu.

Belum terpengaruh
Selain faktor bunga bank yang mulai terasa mencekik, roda bisnis sektor riil, terutama UKM sendiri, kata Ryad, belum banyak terpengaruh oleh krisis keuangan di negeri seberang. Ryad mengaku kiosnya tetap mengalirkan pundi-pundi keuntungan. Daya beli masyarakat pun dirasanya masih stabil.

"Bila dibandingkan dengan penaikan harga BBM Mei lalu dengan omzet turun 20%, krisis global ini belum ada pengaruh signifikan. Sejak September, ketika krisis global mulai terdengar belum ada pengaruhnya dan sepertinya enggak akan terlalu signifikan," kata Ryad.

Hal senada juga diungkapkan Badroni Yuzirman, pendiri komunitas bisnis Tangan di Atas. Krisis saat ini memang membuat repot urusan dengan bank. Selain cenderung memampatkan likuiditasnya, mahalnya bunga jelas memengaruhi aliran kas.

"Memang, yang menjerit itu mereka yang banyak berhubungan dengan bank. Bagi yang lain, pengaruh itu bersifat tak langsung. Saya lihat UKM masih tahan kok," kata pengusaha yang juga bergerak di perdagangan busana muslim ini. Badroni mengungkapkan UKM tak terlalu banyak berinteraksi dengan kelas premium, kalangan yang memang cukup terpukul dengan krisis global.

Di Indonesia, mereka yang bermain di lantai bursa dan kemudian menelan lost memang terbilang sedikit dan eksklusif. Mereka tak masuk target pasar entrepreneur kelas mikro. Selain itu, kata Badroni, UKM juga lebih banyak bergerak di sektor kebutuhan primer. Untuk itu, tak terlalu sensitif dengan daya beli masyarakat.

Justru peluang
Seorang enterpreuneur sejati mestinya juga melihat krisis ini sebagai peluang. Menghasilkan produk-produk substitusi. Mengisi kebutuhan konsumen ketika mereka tak lagi mampu menjangkau barang yang kelasnya di atas produk yang mereka hasilkan.

Organisasi bisnis UKM yang lebih sederhana dan fleksibel membuat mereka bisa lebih mendekatkan diri dengan pasar. Lentur memainkan harga dan varian produk.

"Menurunnya daya beli terhadap produk luar dan barang premium adalah celah," tegas Badroni. Kondisi itulah, kata Ketua Koperasi Serba Usaha Emas di Purbalingga Jawa Tengah Rofik Hananto, yang membuat label tahan banting tetap bisa disematkan pada pengusaha mikro.

Belum lagi jika menghitung sumbangan pada upaya mengurangi pengangguran juga efek domino yang dihasilkan. "Jadikan ini sebagai momentum untuk membenahi produk."

Tak mengherankan, kendati daya beli masyarakat di 'Negeri Paman Sam' dan negara-negara pasar ekspor utama sedang muram, nyatanya anggota TDA di Bali yang mengekspor kerajinan tangan justru menambah sewa kontainernya bulan ini.

(Zat/M-3)

Publikasi di Media dan Tabloid

Setelah lewat hampir 2 tahun dari wawancara pertama saya dengan media Republika, beberapa minggu ini saya dan Poppy memperoleh kesempatan publikasi kembali di beberapa media :

  1. Koran Jakarta, Rabu 29 Oktober 2008. Judul artikel Bermodalkan Keyakinan dan Keuletan. Thanks buat mas Nala Dipa.
  2. Tabloid Bintang Indonesia, Minggu 2 November 2008. Muncul pada suplemen bisnis investasi, artikel Penjualan via Internet. Thanks ya mbak Wida.
  3. Media Indonesia, Minggu 16 November 2008. Artikel UKM (masih) Tahan Krisis. Thanks ya mbak Iis, walau wawancaranya agak2 belibet dan hp bolak balik low batt ternyata masih dimuat, hehe... Oya, perlu koreksi dikit di artikel ini, bunga bank saya bukan 700jt (bunganya 700jt, pokoknya brp ya.. :) ). Lalu investasi di saham masih ok, yg sempat rada jeblok justru di forex.
  4. Media Indonesia, Minggu 30 November 2008. Artikel Maaf, Saya Bukan Orang Gajian Lagi
Jujur aja, ternyata bisa tampil di media cukup menyenangkan.

Salah satu teman di kantor lama ada yg komentar "Yad lo dulu waktu masih kerja duduk anteng aja di pojokan ga pernah ada yg perhatiin, begitu keluar kerja 2 bulan malah masuk koran melulu", hehe...

Media blog ternyata cukup efektif utk menyampaikan pikiran2 kita, selain untuk jualan... :)

Sunday, November 23, 2008

Kantor Pos

Awal bulan ini saya merasa ada keanehan dalam pengiriman barang, kok tiba2 biaya kirim via pos jadi lebih mahal.

Paling terasa saat mau kirim barang ke Jayapura, dari semula 100an ribu menjadi 300an ribu, malah sempat jadi 600an ribu. Juga waktu mau kirim ke Lhoksumawe, dari 80an ribu menjadi 200an ribu.

Akhirnya saya coba datang ke kantor pos tempat saya biasa kirim barang. Ternyata biaya paket pos per 1 november sdh naik gila2an. Di daftar tarif baru, dibedakan tarif untuk dalam kota dan tarif untuk luar kota. Dan parahnya, petugas pos main pukul rata, entah karena ketidaktahuan atau karena main aman atau hal yg lain, semua paket ke suatu kota dihitung menggunakan tarif luar kota.

Hal lainnya adalah pada form pengiriman paket, jelas2 tertulis tax 1%, tapi dicantumkan nilai tax sebesar 10% dari biaya kirim. Ga tau yg benernya gimana...

Yang paling lucu, bulan ini saya ga bisa lagi kirim EMS di kantor pos tsb. Alasannya sederhana, orang yg biasa menghitung biaya EMS sdh dipindahkan ke kantor pos lain dan petugas yg ada tidak bisa menghitung EMS. Ampun.....

Balik soal tarif, dengan kenaikan yg luar biasa sementara peningkatan layanannya bisa dikatakan tidak ada, sebenarnya pelanggan sangat dirugikan. Dimulai dari pelayanan di tahap paling ujung di kantor pos dimana petugas tidak akurat dalam menghitung sampai ke tahap distribusi paket pos yg lama sekali, bahkan jika paket pos sdh sampai di kantor pos tujuan perlu waktu yg lebih lama lagi utk sampai ke alamat tujuan.

Disisi lain, sebenarnya ini peluang utk jasa paket kilat seperti ESL Express.... :)

Saya coba bandingkan tarif paket 3 kg via Pos vs ESL ke beberapa kota :
Medan : Pos 22.000 (dlm kota) - 33.500 (luar kota), ESL 31.500
Yogya : Pos 14.500 (dlm kota) - 18.500 (luar kota), ESL 19.800
Surabaya : Pos 16.500 (dlm kota) - 22.000 (luar kota), ESL 21.000
Jayapura : Pos 67.000 (dlm kota) - 209.000 (luar kota), ESL 174.000

Dengan waktu antar lebih cepat, tarifnya hanya beda tipis bahkan bisa lebih murah.

Wednesday, November 19, 2008

Dari satu bisnis ke bisnis lain

Bisnis kadang ibarat arus sungai, bisa membawa kita mengalir dari satu sungai ke sungai lain.

Saat saya cari2 lokasi utk buka usaha ESL Express, ternyata pemilik tempat adalah pengusaha yg salah satu bisnisnya adalah loket pembayaran listrik. Dia memiliki lebih dari 20 loket yg tersebar di banyak tempat. Sebetulnya tidak hanya pembayaran listrik, tapi juga telepon, internet dan voucher pulsa isi ulang elektrik. Dan sedang dalam proses utk menerima pembayaran kredit motor dan mobil.

Memang hasilnya tidak seberapa, recehan banget dibanding uang yg diputar. Awalnya saya tidak begitu tertarik, selain karena hasilnya yg minim tadi, juga kan sdh banyak ATM dimana kita bisa transaksi segala macam, masa sih masih ada orang yg mau datang ke loket? Tapi ada beberapa hal yg menjadi pertimbangan hingga akhirnya saya coba utk ikut buka.

Pertama, tidak perlu investasi tempat dan orang lagi, hanya memaksimalkan ruang dan pegawai yg ada, jadi bisa buat nambah2 utk bayar gaji.

Kedua, setelah melakukan survey ke salah satu loket pembayaran, ternyata usaha ini bagus utk mengumpulkan orang, membuat keramaian. Akan banyak orang datang ke tempat saya. Mereka akan tau ada usaha ekspedisi yg murah di tempat tsb. Kalo mereka sdh tau, kan bisa sekalian bayar listrik, sekalian bayar telepon, sekalian isi ulang pulsa (utk pulsa, saya udah dapat bbrp komentar bahwa harganya murah banget...) dan.... sekalian kirim2 barang...

Ketiga... investasi alatnya ga gitu mahal.

Setelah berjalan hampir 10 hari, ternyata ada beberapa penawaran yg lain.

Kalo dari sisi kita, yg baru kepikiran sih nambahin kulkas utk menjual minuman dingin, kemarin sdh sempat ngobrol2 sama agen teh botol, baru tau ternyata jualan teh botol marginnya lumayan gede....

Dari pihak luar juga sdh ada beberapa orang yg mengajak kerjasama dg sistem komisi.

Ada yg menawarkan utk ikut jual motor. Ada yg menawarkan kerjasama menjual jasa pembuatan perusahaan berikut dokumen2nya. Ada yg menawarkan kerjasama menjual jasa konsultan pajak dan laporan keuangan. Ada yg menawarkan kerjasama jasa akupunktur.

Mungkin ga lama lagi akan ada yg nawarin jasa pasang iklan di koran, atau jasa perpanjangan STNK, atau jasa tiket pesawat, atau jasa travel....

Ternyata prosesnya seperti ini.... :)

Ada yg mau nawarin juga ?


Note :
yg minat utk buka loket pembayaran listrik / telepon / jual pulsa bisa kontak langsung ke kordinatornya. Blognya disini : http://loket-pln.blogspot.com/

Saturday, November 15, 2008

Karyawan yang tidak pernah promosi

Bisnis yg ga tumbuh ibarat karyawan yg ga pernah promosi,
jadi, bagaimana supaya bisnis tetap tumbuh?

Banyak cara..tapi gampangnya kita lihat saja bagaimana cara kerja rekan2 saya di TDA.

1. Pak Hadi
Dulu jual Rabbani sbg sub agen,
kemudian jadi bandar Rabbani penguasa jawa tengah,
sekarang jadi raja selimut.

2. Mbak Doris
Buka toko busana muslim di tebet,
buka toko online,
buka toko busana lagi di tebet,
buka lagi rumah kerudung lamara di ITC kuningan

3. Pak Faif
buka toko busana muslim di tambun,
jadi pengarang buku laris,
buka lagi toko di giant bekasi,
kemarin kayaknya mo buka lagi... msh survey2... ;)

4. Pak Rosihan
Buka toko busana muslim di.. mana2... :)
buka toko online
buka toko tas
buka warung pulsa

5. Bu Ita
Jadi agen busana muslim,
Begitu pasarnya udah gede... bajunya bikin sendiri.. jadi produsen.

Ya itu beberapa contoh aja,banyak lagi yg lain yg blm saya sebutin.

Kalo di lihat polanya :

do while .t.
  1. Buka satu bisnis...
  2. usahakan dapat banyak pelanggan,
  3. naikkan omset.. naikkan profit...
  4. sebagian profit di putar lagi ke bisnis baru
  5. exit hanya kalo udah bosen
endd

Tapi ada juga yg polanya agak beda :
  1. buka satu bisnis
  2. gedein omset
  3. gedein omset
  4. gedein omset
  5. dst...
Contohnya : Pak Roni, Pak Afrizal

gimana supaya banyak pelanggan?
gimana supaya omset naik?
gimana supaya profit naik?
dalam perjalanan nanti kita akan ketemu banyak suhu
dan kita bisa banyak belajar dari mereka.... :)

Wednesday, November 12, 2008

Peluang Usaha

Banyak orang yang bingung mau usaha apa.
Ingin usaha makanan, ga bisa masak.
Ingin dagang pakaian, ga bisa jahit.
Ingin jadi grosir, ga tau mesti kulakan dimana.

Tapi ada juga orang yang memulai dari hal yg sederhana, yg ada di depan mata.

Salah satu karyawan saya di ESL termasuk diantaranya,
melihat banyaknya orang yg datang ke kantor,
dia menawarkan pada saya utk jualan makanan kecil,
karena saya tidak merespon,
dia inisiatif utk mengambil peluang itu,
kemarin dia bawa 20 roti,
dipajang di meja, dan habis terjual...
hmm... kalo skala ekonominya sdh masuk,
saya tinggal ancang2 narik uang sewa meja,
lumayan other income... hehehe...

Karyawan saya yg lain di Ruzika,
saya baru tau ternyata dia juga terkenal sebagai penjual pulsa isi ulang di lingkungannya,
asal jangan sibuk jualan pulsa trus dagangan jilbab dilupain nih...
jadi ingat jaman masih amphibi...
sibuk dagang, urusan kantor dimasukin ke laci dulu, hehe...

Keponakan saya, Faisal, 13 tahun,
karena koperasi sekolah agak jauh,
dia selalu stok kertas jawaban ulangan di tasnya,
awalnya hanya utk kepentingan dia sendiri,
begitu ada ulangan dadakan dan banyak teman2nya tidak siap dg kertas ulangan,
dia jual kertas ulangan itu ke teman2nya,
kalo stoknya kertas cuma sedikit harganya dinaikan 2 kali lipat,
kecil2 udah ngerti teori supply vs demand...

Recehan ya? Tapi itu kan baru awal.... Tinggal bagaimana diasahnya aja.

Tuesday, November 11, 2008

Satu lagi email jadul

Yg ini email setelah 1 bulan buka toko di Plaza Cibubur, tgl 5 Sept 2006.

Dulu waktu baru mulai, masih banyak pertanyaan bagaimana kalo ini, bagaimana kalo itu.
Sampai sekarang pun pertanyaan2 itu masih ada dan malah makin bervariasi.

Tapi ternyata itu bukan hambatan.... :)

Seperti yg tadi pagi diutarakan oleh pak Haji Ali di bandara sesaat sebelum berangkat ke malaysia : jalani saja dulu, dari situ akan muncul tantangan, kemudian kita pikirkan dan selesaikan....

2 tahun lebih di TDA, baru kesampaian ngobrol berdua sama pak Haji tadi pagi.... hehe...



================================================
Dear Pak Fuad n Rekan2,
Selamat ya, moga2 lancar.

Kita senasib nih Pak,
gara2 ikutan milis kayak gini jadi ketularan ingin buka warung.

Saya juga baru tgl 5 aug kemarin buka warung di plaza cibubur.
jualan jilbab juga, Rabbani...

Pak Fuad dan Rekan2, sharing ya :
waktu pertama kali apply jadi sub agen sempat rada ngeri,
soalnya ditargetin minimal belanja 3 jt / bln,
mikirnya.. apa iya kita bisa jualan jilbab sebulan 3jt?

awalnya kita coba jualan di garasi dan titip jual dibbrp tempat dulu,
itu awalnya tgl 16 juli, kok ternyata rame...

mulai deh kita cari2 kios,
ternyata mahal2 ya...
sampai suatu malam, istri pulang dari kantor mampir ke plaza cibubur,
iseng2 tanya kios, kebetulan ketemu langsung sama pengelola, kebetulan lagi, cocok juga harganya, kita ambil aja, tapi kita cuma punya waktu 1 minggu utk buka kios tsb, akhirnya dengan persiapan seadanya, kita buka kios....

hari pertama,
buka dari jam 9 pagi sampai jam 9malam,
kayaknya banyakan yg jaga kios daripada pengunjung yg beli, hehehe...

tapi trend hari2 berikutnya mulai menunjukkan kenaikan,
malah seminggu kemudian, omzet sukses tembus diatas 1juta / hari.
wah.. senang banget.

tapi memang ga stabil, omzet sabtu, minggu dan hari libur cenderung lebih besar.
tgl tua, omzet cenderung turun. Masih normal kali ya?

Bulan aug sdh lewat,
2 karyawan yg sdh membantu dg penuh dedikasi sdh kita berikan hak dasarnya,

plus bonusnya, karena target sdh terlewati.
Ada rasa haru saat memberikannya, karena bagi mereka ini juga kali pertama mereka memperoleh uang gaji dg jumlah yg menyamai UMR, dan itu nilai bersih, karena makan dan tidur kita tanggung.

sewa tempat sengaja blm dibayar, krn deadline sampai tgl 10,
ya lumayan duitnya kita puterin dulu.

Diluar target bulan pertama yg telah tercapai,
masih ada beberapa pemikiran yg masih menggantung :
- bagaimana memenuhi model/warna/ukuran sesuai keinginan pelanggan, karena ternyata agak sulitmendapatkan barangnya, padahal ini kan potensial sales.
- bagaimana melonjakkan nilai sales secara dramatis
- bagaimana mengontrol stok dg lebih baik
- bagaimana meningkatkan kualitas SDM
- dan yang menurut saya sangat penting, bagaimana agar bisnis ini bisa bertahan, tidak menjadi bisnis kagetan dan sementara saja, tapi bagaimana supaya bisa berkelanjutan dan berkembang.
- satu lagi dink, bagaimana ngatur waktunya ya, saya dan istri, senin - jumat jadi TDB, malamnya ngontrol kios + ngurusin kost2an & kontrakan, sabtu-minggu, kalo ga ikutan jaga ya belanja / cari barang, anak saya juga jadi ketularan senang main dagang2an kalo mau bobo, anak lain kalo bobo pegang boneka, anak saya pegangannya kalkulator, hehehe...., abis tiap hari ngeliatin orangtuanya ngitung dagangan melulu.

Nggak rugi ikut milis ini. Kita bisa belajar banyak dari senior2 disini.
Ya walau awalnya rada2 nyontek.

Kan di bukunya Purdie, katanya bisnis bisa dimulai dengan :
1. Ide orang lain
2. Duit orang lain
3. Tenaga orang lain
Saat ini cuma no. 3 yg masih sebagian2.

Oya, untuk variasi, saat ini saya juga menjual baju koko uje (preview).
Mungkin ada teman2 yg bersedia titip jual ditempat saya?

mungkin baju muslim anak2 / wanita?
Ya itu dulu deh....


Salam,
Ryad

Email jaman dulu banget...

Ga sengaja nemu email ke milis TDA jaman dulu banget waktu pertama kali mau dagang.
Email ini tgl 18 Juli 2006, 2 hari setelah coba jualan jilbab.

==============================================
Teman2 TDA,Milis TDA banyak virusnya nih... ganas2 pula... ;)

Pak Roni, terima kasih atas email2 inspirasinya.
Pak Hadi, terima kasih atas ide bisnisnya, nyontek dulu boleh ya pak.
Pak Budi R, terima kasih atas ide leverage propertinya, ini pasti akan membuka pintu baru buat saya.
Pak Masbukhin, terima kasih kemarin ikut conference, saya dapat ide bahwa utk bisnis modal ga perlu besar.
Teman2 lain yg ga bisa disebutin satu2, terima kasih atas share big n small winningnya, bener2 membuat semangat kita terpacu.

Bakar kapal? belum berani euy... hehe...

per 16 juli, saya n istri coba dagang busana muslim,
krn ga punya outlet,sementara jualan di rumah dulu...
ternyata laku banget...
2 hari ini stok sdh habis 50%,
padahal target stok awal baru akan habis dalam sebulan,
kaget juga... :)

Trus, kemarin istri sengaja cuti utk cari outlet utk konsinyasi, udah dapet 3 outlet di lokasi strategis utk kerjasama, berhubung modal cekak, yah sementara ini target di 5 outlet dulu aja, jadi nanti sabtu, abis belanja barang lagi, kita akan cari 2 outlet lagi.

Terus terang semuanya diluar dugaan,
dan ga pake terlalu banyak hitungan njelimet,
Toh kalo rugi total, paling kita cuma rugi dg nilai yg sdh terukur.
Nanti kalo ke depan ada masalah,
ya kita lihat satu-satu masalahnya apa dan bagaimana solusinya.

kita coba aja... pokoknya ACTION!!

Utk itu, mohon doa dan bantuan teman2 sekalian.....
siapa tau ada yg kenal produsen/supplier busana muslim murahberkualitas... :)
siapa tau ada yg pernah usaha seperti ini dan bisa sharing kendala +solusi...
dan tetap butuh masukan dari para senior...

Salam,
Ryad

Friday, October 31, 2008

Sinergi usaha retail - ekspedisi : ESL Express


Sejak buka toko online hampir 2 tahun lalu, tepatnya bulan november 2006 di http://ruzika.blogspot.com/ , pesanan melalui email, sms, telepon mulai berdatangan.

Dari hanya berbalas sms / email, mulai masuk 1 - 2 order dan sekarang pesanan selalu masuk setiap hari. Order yg masuk tentunya harus di tindaklanjuti dengan pengepakan dan pengiriman barang.

Kadang pengiriman barang ini cukup merepotkan. Harus mondar mandir ke agen pengiriman, atau ke kantor pos. Kadang terkendala dengan jam operasional mereka. Kadang kalo paket besar, harus diantar pakai mobil padahal saya sering ada kesibukan lain. Kenapa ya mereka tidak mau mengambil barang ke rumah, padahal saya sdh lama menjadi pelanggan mereka. Ada sih satu agen pengiriman yg mau ambil ke rumah walau paketnya hanya 1 kg, tapi sayangnya jangkauan wilayah pengiriman mereka terbatas.

Pernah satu waktu saya coba hitung total biaya pengiriman yg dikeluarkan... wahh.. ternyata cukup besar.

Kenapa tidak buka usaha pengiriman barang sendiri? Dari pengiriman yg kita lakukan saja cukuplah untuk menutup operasional. Tinggal cari lebihan sedikit untuk mendapat profit.

Jadi teringat pembicaraan dengan pak Dudung, mantan boss di Kalbe. Beliau pernah cerita tentang adiknya yg menjadi agen salah satu jasa pengiriman barang di Cipayung. Pak Dudung sendiri setelah pensiun membuka toko busana muslim di Mall Ambasador, selain juga membuka agen jasa pengiriman barang. Malah sekarang sdh memiliki 2 keagenan.

Kebetulan kemarin datang ke pameran waralaba. Dan... pas banget, begitu masuk langsung ketemu stand ESL Express, salah satu anak perusahaan dari perusahaan angkutan yang cukup ternama Eka Sari Lorena.



Dari pembicaraan yg singkat, kecocokan langsung timbul. Dan akhirnya sepakat untuk menjadi agen ESL Express.

Beberapa pertimbangan yg utama adalah pertama brand Lorena cukup kuat. Kedua dari sisi tarif, sangat bersaing. Satu contoh, untuk pengiriman ke surabaya 3 kg, hanya Rp. 21.000. Jauh lebih murah dibandingkan jasa salah satu agen yg biasa saya gunakan yg jatuhnya sekitar Rp 39.000.

Dengan harga yg kompetitif, tentunya ini akan sangat meringankan para pembeli produk. Jika mereka bisa mendapat ongkos kirim murah, harga jual mereka akan bersaing sehingga mereka akan mendapat profit lebih baik dan buntutnya.. repeat order... insyaallah.

Untuk lokasi, kok ya kebetulan juga dimudahkan dapatnya. Proses pencarian cuma 1 hari. Dapat lokasi di sebelah Plaza Cibubur, diseberang komplek rumah, jadi ga jauh2.

Ada hal yg menarik saat pencarian lokasi ini, akan saya ceritakan belakangan.

Singkatnya, insyaallah mulai tgl 10 november, agen ESL Express Cibubur akan buka.

Mohon doa rekan2 semua, dan jangan lupa, kalo kirim2 barang, kontak2 ya, barang dijemput ke rumah.

Tuesday, October 28, 2008

Seberapa parah jatuhnya pasar saham?

Semalam iseng2 liat data yahoo finance utk lihat pergerakan index di beberapa bursa saham.

Hangseng terparah adalah saat ini. Pernah mencapai 31352 dan sekarang hanya 12596, nilainya sekarang tinggal 40%.

Dow Jones Industrial rekor jatuhnya di tahun 1933, nilainya hanya 42, padahal di 1929 masih 323. Anjlok 88% jadi cuma senilai 12%.

Nikkei nilainya pernah tinggal 20% menjadi 7831 di 2003, dari sebelumnya 38916 di 1989.

STI singapore pernah jeblok dari 2449 th 1996 ke 856 th 98. Anjlok 65%.

Bagaimana index bursa saham indonesia?

Ternyata IHSG pernah jatuh sampai nilainya tinggal 36%. Juli 1997 nilai index masih 724, september 1998 mencapai 263.

Tapi semua memiliki kesamaan, setelah mencapai titik terendah, pasti segera naik lagi.

IHSG juni 99, tidak sampai 1 thn sejak titik terendah, kembali ke 707. Walau 3 th kemudian turun lagi ke 353. Tapi sejak itu naik terus sampai jan 2008 di 2830. Naik 800an % dalam 5 tahun. Luar biasa.

Kalau dg kondisi sekarang bagaimana? Apakah akan seperti Dow Jones di tahun 1933? Rasanya nggak ya. Itu kan jaman dulu banget waktu sistem keuangan blm secanggih sekarang.

Atau seperti nikkei th 2003? Berarti dari 2830 bakal turun ke 580?

Atau hanya mengulang waktu krismon 1998 yg turun 64%? Jadi dari 2830 turun ke 1028? Kemarin sih index sdh di angka 1111, turun 61%.

Dan semalam DJI naik lebih dari 10%.
Bagaimana dgn bursa efek indonesia hari ini?

Punya 65 kios

Kebayang ga sih punya 65 kios di suatu lokasi yg terdiri dari sekitar 700an kios? Hampir 10% sendiri....

Di salah satu pasar tradisional di jkt timur, Pak B, merintis dari 3 th lalu bersama beberapa temannya. Mereka membeli surat2 kios dari pedagang2 lama di pasar itu yg butuh uang.

Tahun ini pasar tsb di renovasi menjadi lebih modern.

Harga utk pedagang baru sekitar 39 jt / m. Rata2 ukuran kios 2x2, 4 m2. Jadi total sekitar 160an jt. Tapi itu juga tergantung lokasi.

Sementara harga utk pedagang lama, 16 jt / m, jadi total 64 jt. Rata2 pedagang lama sdh membayar DP 20%, 13jt-an, jadi sisa 51jt-an.

Sekarang banyak kios yg semula milik pedagang lama yg dijual. Harga surat + ganti DP nya bervariasi, mulai dari 60jt-an (di lokasi bagus bisa sampai 125jt), ditambah sisa yg 80%, jadi total sekitar 60+51 = 111 jt-an. Masih lebih murah dibanding beli langsung ke developer.

Nah kalo punya 65 kios berapa untungnya ya? ;)

Itu baru di satu pasar... Karena Pak B ini sdh mulai masuk di pasar lain yg juga akan direnovasi.

Wednesday, October 22, 2008

Investasi saham : In? Out?


Selama periode 2007 IHSG di BEI mengalami kenaikan yg menarik dari sekitar 1600an di awal tahun dan mencapai 2700an di akhir tahun.

Banyak produk reksadana juga memberikan return yg ok, ada yg lebih dari 70%an.

Maka tidak salah kalo di periode tsb banyak orang semangat utk masuk ke bursa, minimal mencoba reksadana, berharap bisa ikut menikmati selisih kenaikan.

Tapi di 2008, seperti analisa bbrp pakar, akhirnya bubblenya pecah, index di awal tahun yg mencapai 2800an sempat drop ke 2200 tapi naik lagi ke 2700, pelan2 turun lagi ke 2100an lalu naik lagi ke 2400an dan akhirnya di september terjun bebas hingga hari ini mencapai 1300an.

Dasar jurangnya dimana? Ga keliatan, dan ini yg bikin deg2an banyak investor. Ada yg daripada jantungan terus lalu buru2 sell. Ada yg mencoba bertahan, berharap kondisi segera berbalik, tapi begitu nilainya makin turun akhirnya ga kuat, sell juga. Ada yg mencoba average, tapi karena dana terbatas dan trend tidak berbalik bahkan meluncur makin kuat akhirnya malah kena jual paksa.

Tapi dimana-mana ada krisis ada juga peluang. Ada sebagian orang yg melihat saat ini adalah saat tepat utk masuk bursa.

Kalau sekarang index sdh turun sekitar 50%, apakah ke depan masih akan turun 50% lagi? Katakan menjadi 600an seperti di awal 2004? Mungkin saja, tapi berapa besar probabilitasnya? Setiap orang memiliki perhitungan masing2.

Saat ini banyak saham yg nilainya anjlok tinggal 15-30% dari nilai bbrp bulan lalu.

Berminat masuk juga?

Friday, September 12, 2008

Just Pictures : Yuraku 12 Sept 08

Kumpul-kumpul dgn team IT Kalbe sebelum resign.

Tengkyu buat teman2 semua, yg datang, yg repot ngadain acara, yg repot urunan utk kenang2an (dapat jam tangan bagus nih...), yg repot ngebayarin makan (kenyang banget euy...), dan tengkyu banget utk persahabatannya selama ini (ini yg bikin betah 11 thn di Kalbe).

Yang masih betah di Kalbe, ke depan akan banyak proyek, semoga sukses dengan proyeknya.
Yang lagi ngintip2 peluang di luar, moga2 bisa segera quantum leap.
Yang ingin coba bisnis sampingan, bolehlah kita kerjasama, discount special, hehehe.....

Sukses untuk kita semua.










































Friday, August 8, 2008

Sampai kapan USD menguat...?

Pffff... hari ini transaksi banyak tapi profit cuma dikit dan banyak tikungan mautnya. Profit yg terealisasi sejak 2 minggu lalu baru 29%. Itupun diwarnai dg posisi nyangkut disebabkan karena penguatan dollar terhadap pound. Banyak yg bilang dollar kuat krn harga minyak turun sementara pound melemah juga karena faktor ekonomi di inggris lagi kurang bagus, 2 faktor yg saling mendukung.

Memang beda antara trading beneran dg trading demo. Trading demo tanpa beban lebih rileks, lebih berani mengambil resiko dan profit bisa lebih banyak.

Hari ini dollar sdh di level 1.9276, 2 minggu lalu masih di 1.9978, menguat 700an pip. Sampai kapan dollar akan menguat? Akankah menyamai posisi 3 maret 2007 sebesar 1.9183?

Sementara kalo liat timeframe D1, stochasticnya udah tiarap banget, harapannya arah chart udah mulai mental balik keatas, mungkin minggu depan? Mulai sport jantung soalnya free margin tinggal utk 400an pips lagi.

Strategi yg pas pake apa ya... mo di average, iya kalo chartnya segera ganti arah, kalo ga free margin bakal cepat habis. Mau di hedging, iya kalo arah chart masih spt skrg, kalo tiba2 ganti arah susah ngelepasnya.

Wait n see.... n pray.... :)

Friday, July 25, 2008

Kredit Bank

Siapa yg tdk butuh modal? Modal uang adalah salah satu leverage penting dalam bisnis.

Kalo kita punya banyak uang, ga masalah. Tapi kalo duit cekak, berarti mesti pinter2 mengelola cashflow tornado seperti yg dibahas pak Rosihan. Masalahnya, kalo awalnya cuma 1, utk jadi 1000, bisa jadi diperlukan 1000 kali putaran. Tapi kalo awalnya sdh 100, utk ke 1000 paling hanya butuh 10 kali putaran. Belum tentu jadi lebih ringan, tapi bisa jadi akan lebih cepat.

Nah sekarang bagaimana mencari yg 99, supaya yg 1 bisa menjadi 100?

Dan... tadi sore saya dapat berita baik.

Sekitar jam 5.30 tadi saya dapat sms dari rekan di salah satu bank. Infonya, pengajuan kredit saya sdh disetujui.

Setelah menjalankan usaha selama 2 tahun bersama Poppy, akhirnya usaha ini dipercaya oleh bank yg cukup besar utk menerima 2 skema kredit dg nilai yg sangat signifikan, 3 kali lipat dari kredit yg saya peroleh tahun lalu saat pembelian kios di Bogor Trade Mall. Dan yg menarik bagi saya, kredit ini diajukan tanpa menggunakan slip gaji seperti yg sudah2.

Sekarang tinggal menjalankan business plan yg sdh lama ada di pikiran.

Akhirnya... Live Trading Forex

Sudah seminggu ini sakit flu. Dan seperti biasa, kalau flu badan ini rasanya ga karuan, kepala pusing, hidung mampet, tenggorokan radang, batuk, badan ngilu dan buntutnya susah mikir. Akhirnya sejak kamis kemarin minta ijin utk ga masuk kantor dulu.

Kamis seharian tiduran. Sore udah agak enak. Trus iseng2 buka meta trader utk cek apakah duit yg hari selasa kemarin di transfer ke IBFX udah masuk ke account trading. Eh... ternyata udah masuk. Berarti udah bisa trading beneran nih.

Langsung semangat. Sore itu coba sell 1 lot dulu, pasang target 20 pips, 1 jam kemudian udah kena. Wah... nyesel, kenapa tadi ga sell 5 lot sekalian, kan bisa dapat 100 pips. Hmm... mulai deh serakahnya keluar. Ingat, ini duit beneran. Kalo loss bisa manyun.

Akhirnya coba bertahan utk tetap transaksi per 1 lot aja. Tapi ga bertahan lama. Beberapa transaksi berikutnya akhirnya menggunakan 5 lot sebelum kemudian sadar dan kembali diingatkan ke jalan yg lurus bahwa ini transaksi beneran, jadi mesti agak2 konservatif, jangan main seruduk aja.

Ga terasa sdh hari jumat jam 2 pagi lewat dikit. Tidur sebentar, bangun pagi.... wuss... langsung terasa pusing luarbiasa, yah... terpaksa istirahat lagi.

Malam ini coba lanjut lagi trading, sempat dapat beberapa posisi.

Dua hari ini, kamis - jumat, sdh profit 10,2%. Lumayan banget. Nanti dilanjut lagi senin.

Thursday, June 19, 2008

Data Google Analytics

Lagi iseng checking data google analytics utk blog ini sejak 1 jan 2008 - 18 jun 2008.

Pengunjung blog ini mencapai 4040 orang yg melakukan 6072 kali kunjungan dengan 9028 pageviews. Pola kunjungannya biasanya ramai di hari senin - selasa dan hari2 berikutnya menurun terutama di hari sabtu dan minggu. Nah lho... senin ternyata bukannya pada kerja tapi malah sibuk baca blog... ;)

Pengunjung berasal dari 42 negara, dimana 64% adalah pengunjung baru dan 36% adalah pengunjung yg datang berulangkali, bahkan ada 58 pengunjung yg sdh datang lebih dari 200 kali, yang berarti dalam sehari bisa datang lebih dari 1 kali... :) waduh... tengkyu banget... sayang saya blm bisa sering2 update tulisan disini.

Orang masuk ke blog ini 47% dari berbagai refering sites. Yg termasuk penyumbang terbanyak adalah dari mediasolusindo, blognya pak Rony, dan beberapa rekan TDA, kemudian dari blog bisnisnya ruzika seperti sik clothing, jilbab rabbani dan ruzika. Ternyata membentuk network blog cukup efektif utk mendatangkan pengunjung.

Sebagian lagi, 45%, berasal dari google dengan keyword yg populer adalah 'properti', 'saham', 'ryad kusuma', 'forex', dan nama brand dari produk yg saya jual seperti 'sik clothing', 'zoya', 'rabbani', 'swarna'. Sisanya melalui direct traffic.

Sedangkan artikel yg paling sering dibaca ternyata berkaitan dengan keyword yg populer. Kalo diurutkan, terbanyak adalah artikel tentang properti, kemudian saham, forex baru mengenai retail bisnis.

Rata2 pengunjung membaca 1 page dalam waktu sekitar 2,5 menit. Tapi ada juga yang betah sampai lebih dari 30 menit membaca lebih dari 10 pages.

Yah.. itu aja update data hari ini.

Wednesday, June 18, 2008

Program Diploma-1 Forex

Punya income dollar tapi tinggal di Indonesia, pemikiran ini rasanya cukup menarik. Tapi kalo hanya sebatas pemikiran tanpa action rasanya juga ga ada gunanya.

Tidak terasa bulan juni ini sudah masuk bulan ke 12 saya belajar forex trading. Satu bulan pertama saya full baca2 teorinya, 11 bulan berikutnya saya coba praktekan teori yg ada dgn demo account. Saya ikuti beberapa seminar gratisan, saya baca2 forum, baca2 ebook, diskusi dengan beberapa rekan, saya coba test dan analisa beberapa strategi trading.

Benar2 serasa kuliah lagi, kuliah diploma 1 forex trading. Btw kenapa blm ada lembaga yg ngadain kuliah ini ya?

Yg namanya kuliah, pasti ada ujian, nah bulan ini ujiannya. Hasilnya tidak terlalu jelek, dari modal USD 3000, dalam waktu sebulan sdh menghasilkan profit USD 7721 atau sekitar 257% dengan 60 kali transaksi profit (96,77%) dan 2 kali transaksi loss (3,23%).

Detail transaksi dapat dilihat di web http://geocities.com/saturyad
Sementara summary nya ada di gambar ini :




Untuk trading, saya memasang beberapa indicator seperti william %R, stochastic oscillator, moving average, parabolic SAR, daily pivots dan bollinger bands. Tapi belakangan ini saya lebih banyak menggunakan 2 indicator terakhir, sementara indicator lain hanya sebagai pendukung.



Setelah kuliah, ujian dan meluluskan diri, sekarang tinggal prakteknya. Mudah2an bulan juli sdh bisa live trading dengan hasil yg tidak jauh berbeda.

Sunday, June 15, 2008

Toko Online Blok A Tanah Abang

Buat teman2 yg punya produk tapi blm buat website / blog, bisa pakai fasilitas di Toko Online Blok A Tanah Abang

Sebelum bisa memakai fasilitasnya, silahkan register dulu, setelah itu baru bisa upload gambar2 produk yg dimiliki.

Biaya? Gratis....

Thanks to William.

Saturday, May 31, 2008

Kebutuhan Hidup

Kemarin pas nganter barang ke toko iseng ngobrol sama anak2 toko Cibubur. Gaji mereka ini habisnya buat apa aja sih...

3 orang pegawai saya, mereka ga pernah makan dirumah, karena mereka tinggal dengan saudara, mungkin mereka sungkan ngerepotin, udah tinggal gratis masa makan gratis juga. Jadi mereka selalu makan ditoko, pagi, siang, malam. Kadang hanya pagi dan sore aja.

Biaya sekali makan, maksimal 5000. Tiga kali makan berarti 15.000. Sebulan kurang lebihnya mungkin 400 - 450.000.

Transport rumah ke toko bagaimana? Sebelum BBM naik, mereka habis 98.000 sebulan. Itu bisa terjadi karena mereka hanya membayar transport utk 1/2 bulan saja. Setengah bulan sisanya mereka jaga di Bogor, disana mereka cukup jalan kaki 10 menit dari tempat kost yg saya sediakan ke toko. Setelah kenaikan BBM kemarin, transport jadi 135.000. Naik 37,8%.

Kenaikan yg luar biasa. Lebih tinggi dari kenaikan premium. Kalo udah begini, argumentasi bahwa subsidi BBM tidak adil karena hanya utk kalangan yg punya kendaraan rasanya sudah tidak tepat lagi, karena kalangan yg tidak mempunyai kendaraan ternyata malah menanggung beban kenaikan yg lebih besar. Dan mereka tidak tercatat dalam kelompok penerima BLT.

Utk mensiasati kenaikan transport ini, mereka berencana utk kost di dekat toko Cibubur dg biaya per orang 100.000. Jadi menghemat 35.000.

Berarti total makan dan transport saja sudah dikisaran 535 - 585.000. Belum biaya maintenance, kan mereka wanita semua, belum biaya entertainment... waduh... kalo mereka ga pada jago ngatur duit pasti pada pusing di akhir bulan.

Tapi yg saya suka dari mereka, mereka tetap ceria dan ga pernah mengeluh, mungkin tidak ke saya...

Ini menjadi salah satu PR saya, bagaimana bisa meningkatkan penghasilan mereka.

Tuesday, April 15, 2008

Beli Properti dg Cashflow Minus

Kemarin ada rekan yg menanyakan pendapat saya soal pembelian properti.

Idealnya jika kita beli properti, kita harus memperoleh pendapatan dari properti tsb., entah disewakan atau kita gunakan utk usaha dan pendapatan ini harus lebih besar dari cicilan kredit ke bank agar memberikan cashflow positif.

Hanya saja utk bisa dapat properti seperti itu butuh waktu dan harus telaten. Memang jika bisa dapat ya udah pasti untung. Tapi jika kita hanya bisa menemukan properti dg cashflow minus apa kita tidak bisa mengambil untung? Menurut saya masih tetap untung, cuma memang bukan untung dalam jangka pendek, analoginya begini :

Kalo kita ingin dapat uang 12 jt tahun depan, berarti kita harus nabung 1 jt / bln selama 12 bln.

Kalo utk dapat 12 jt itu kita ga perlu bayar 1 jt, tapi cukup 300rb / bln aja soalnya yg 700rb udah dibayarin sama pacar, untung ga? Untung donk... :)

Kalo setelah kita bayar 300 rb / bln selama 12 bulan, tapi ternyata kita dapatnya bukan 12 jt, tapi 15 jt, untung ga? Lebih untung lagi... hehehe...

Tapi dengan catatan ya :
  1. Selisih cicilan dan pendapatan tidak terlalu besar dan tidak memberatkan.
  2. Lokasi dan kondisi properti tidak terlalu jelek sehingga persentase pertumbuhannya tidak dibawah normal, ya.. rata2 aja udah cukup lah.
  3. Cicilan besarnya relatif tetap, ya naik turun sedikitlah, sementara pendapatan dari properti masih bisa dinaikkan dengan berbagai upaya sehingga dalam jangka panjang garis pendapatan akan melampaui garis cicilan.

Jadi, buat saya rasanya kalo dapat yg masih minus ya gpp tinggal diupayakan jadi positif, kalo dapat yg udah positif ya itu bonus.

Monday, March 31, 2008

Direktur Baru di Ruzika Corporation

4 toko offline di 3 mall yang berbeda dan lokasi yang berjauhan bukan hal yang sederhana utk di manage. Belum lagi 1 toko online dengan orderan yang tidak pernah berhenti dari berbagai daerah di indonesia, dari aceh sampai papua, bahkan ke mancanegara.

Sementara saya dan Poppy masih berstatus karyawan yg tentunya terikat dengan aturan2 dan jadwal pekerjaan di kantor kami masing2. Benturan kepentingan, pemakaian waktu dan fasilitas kantor menjadi hal yg tidak bisa dielakkan.

Jika kondisi ini dijalankan terus, tentunya akan tidak sehat. Di kantor kita tidak bisa fokus sementara usaha juga tidak bisa tumbuh dengan kecepatan yg diharapkan.

Dan akhirnya kita harus putuskan.

Poppy harus resign dari jabatan Product Supply Specialist di tempatnya bekerja sekarang, salah satu perusahaan kosmetika ternama di Indonesia per akhir April 2008. Utk selanjutnya akan memegang posisi Direktur Operational di Ruzika Corporation.

Tugas barunya akan akan meliputi tapi tidak terbatas pada :
  1. Meningkatkan sales dan profit masing2 toko.
  2. Menjaga level supply dan demand.
  3. Meningkatkan kualitas SDM.
  4. Memperbaiki administrasi.
  5. Mempersiapkan pembentukan toko baru paling lambat th depan.
Tugas yg sangat menantang dan diharapkan dengan bisa 100% fokus di Ruzika insyaallah growth di 2008 akan sangat baik.

Penyakit Lama

Salah satu hal yang menjengkelkan dari diri saya adalah sifat saya yg angin2an.

Sering ga ada angin ga ada hujan tiba2 saya bosan dengan hal tertentu. Satu hal yg tadinya saya geluti 24 jam, bisa tiba2 saya tinggalkan begitu saja.

Dan parahnya ini terjadi pada usaha yg saya jalankan. Entah kenapa saya merasa sangat bosan saat menjalankan usaha Ruzika. Muncul perasaan malas yg luar biasa utk memfollow-up pesanan yg masuk, malas membuka email, malas membaca sms, malas mengangkat telepon yg masuk. Tapi tetap semangat saat menghitung uang yg masuk.. :p. Ini berlangsung beberapa minggu terakhir.

Alhamdulillah saya menjalankan usaha ini tidak sendirian, Poppy, istri saya masih tetap semangat. Walau dia juga jadi semakin sibuk karena ditambah beberapa pelanggan yg kemudian complain langsung ke dia karena order yg dikirimkan ke saya tidak ada beritanya.

Ternyata memang musuh terbesar saya ada di dalam diri saya sendiri, bukan dari orang lain, bukan dari kompetitor. Saya harus berusaha sekuat tenaga utk mengembalikan motivasi dan spirit yg dulu saya miliki. Sekedar kata maaf kepada pelanggan tentu tidak cukup.

Saya bereskan semuanya satu persatu.

Sunday, February 10, 2008

Pengalaman mengelola SDM di toko

Beberapa saat lalu pak David email ke saya meminta sharing soal SDM di toko, karena ceritanya agak panjang dan saya pikir mungkin ada orang lain yg berminat utk mengetahui hal ini, maka saya sharing aja di blog.

Khusus utk SDM, pertama buka toko, saya mempromosikan pembantu di rumah, jadi saya tawarkan dia gaji lebih besar, tapi dia harus mengerjakan 2 pekerjaan, di rumah dan di toko. Saya tau itu adalah hal yg berat, krn itu dia saya minta utk mencari teman, dia kemudian mengajak kakaknya.

Kenapa saya berani mempromosikan pembantu? Walau dia hanya sekolah sampai SD dan umurnya baru 17 th, tapi saya lihat dia punya potensi. Dan dari sisi kontrol akan lebih mudah, karena mereka juga tinggal di rumah saya.

Sedikit ada problem dg kakaknya, orangnya agak lugu, tidak bisa hitung2an, bahkan memakai kalkulator sekalipun, jadi harus di kasih kursus kilat ala kumon, hehehe...

Mereka berdua yg jadi pionir di toko, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Setelah bbrp bulan, kakaknya terpaksa pulang kampung krn dipanggil suaminya. Akhirnya kita cari orang lagi, dan syarat tambahannya adalah dia juga harus tinggal di rumah saya.

Beberapa kali saya lakukan pola seperti itu.

Sampai setelah karyawan mencapai >2 orang, saya ga mungkin lagi meminta mereka tinggal di rumah karena space rumah yg terbatas, tapi orang baru selalu saya tandem dengan orang lama utk jaga toko, agar bisa saling belajar.

Utk gaji, saya berikan dg memperhatikan pasar di toko sekitar, utk karyawan yg rekrutmennya di cibubur tapi kemudian saya alokasikan di toko bogor atau cikarang, saya berikan fasilitas kamar kost dan tambahan uang makan.

Gimana supaya bisa jualan? Ya diberikan contoh bagaimana cara menjual yg kita inginkan, teori juga dikasih, tapi praktek lsg akan lebih baik, kebetulan istri memang senang jualan.

Apa dia jujur? Sulit mendeteksi kejujuran seseorang, orang yg jujur pun kalau situasi terpepet bisa berubah, yg paling penting adalah kontrol. Kita harus rajin cek, berapa stok masuk, berapa terjual, berapa sisa, apakah uang masuk sesuai sales yg terjadi, awalnya mungkin dalam periode yg singkat, 1-2-3 hari sekali, tapi lama2 bisa diperpanjang, seminggu- dua minggu sekali.

Satu toko saya usahakan 2 orang yg jaga, karena kalo kondisi ramai, saya merasakan sendiri kesulitannya, blm lagi kalau dia mau shalat, ke toilet, cari makan, toko siapa yg akan jaga? Selain hal keamanan, juga utk jaga2, siapa tau karyawan yg satu keluar, saya masih ada karyawan yg lain, jadi tidak terlalu pusing. Biaya kan jadi tinggi? Ya itu sdh dihitung, dan rasanya masih lebih banyak manfaatnya.

Pengalaman paling ga enak adalah saat harus memberhentikan karyawan, tapi ini perlu dilakukan supaya virus yg ada tidak menyebar dan mempengaruhi kinerja karyawan yg lain.

Oya dari pengalaman saya, ternyata umumnya orang yg pintar jualan biasanya kurang teliti soal administrasi, sebaliknya orang yg administrasinya rapih ternyata cenderung pasif saat menawarkan produk. Tapi pernah juga sih nemuin orang yg ga bisa jualan tapi administrasinya juga berantakan.... :)

Monday, February 4, 2008

Sprint atau Maraton

Sprint : lari secepat-cepatnya utk segera mencapai finish jarak dekat
Maraton : lari dalam kecepatan terjaga untuk mencapai finish yg jaraknya jauh.

Kalau bisnis, lebih baik sprint atau maraton?

Utk mengejar target jangka pendek, sprint perlu. Kejar garis finish secepat2nya selagi energi masih penuh, semangat masih tinggi, sumber daya mendukung dan peluang masih ada di depan mata.

Kalau target jangka pendek sdh tercapai, sprint lagi utk target jangka pendek berikutnya.

Sekali, dua kali, masih ok. Tapi selanjutnya... Apa iya harus sprint terus2an? Apa stamina masih terjaga? Kalo semangat sih masih tinggi, tapi apa energi masih cukup?

Butuh stamina luarbiasa prima utk sprint terus menerus. Satu hal yg tidak saya miliki. Yg sekarang perlu saya lakukan adalah menjaga daya tahan agar tetap kuat berlari, tidak perlu cepat, tapi stabil.

Atau, mungkin harus memikirkan cara lain, tidak harus berlari, naik mobil aja?
;)

Sunday, January 27, 2008

Dari Milad II TDA

Ada beberapa insight yg saya dapat dari penuturan pak Perry di Milad TDA kemarin. Buat yg belum tau, pak Perry ini bossnya beberapa factory outlet di bandung, dan bisnis terbarunya adalah rumah sosis di jl. setiabudi yg omzetnya gila2an, saya juga baru tau kemarin sih... :)

Beberapa saya kutip disini :
  • Berpikir diluar kotak... baik dalam ide usaha, maupun cara menjalankannya.
  • Untuk memulai usaha, ukur kerugiannya, jika akibat rugi jadi melarat ya batalkan aja usahanya, tapi lanjutkan jika kerugian masih bisa ditanggung. Artinya risk management mesti bener nih.
  • Pola pikir yg sederhana... Soalnya kalau kita berpikir terlalu kompleks malah cenderung tidak melakukan action apapun, karena sdh takut dari awal.
  • Jangan takut untuk suntik mati unit usaha yg tidak memberikan profit. Stop loss aja daripada ga enak makan ga enak tidur berhari-hari dan terancam kena margin call.
  • Tempatkan orang yg tepat di tempat yg seharusnya.
  • Kasih tantangan utk karyawan. Pulang dari milad, saya langsung bilang ke karyawan di tiap toko, kalo omset bln depan jadi xx juta, bonus kamu saya tambahin xx rupiah diluar bonus normal. Ya.. dicoba aja, sapa tau berhasil... :)
Sebetulnya yg dibicarakan diatas, bukan hal2 baru juga, tapi entah kenapa kena banget sama saya, mungkin karena cara ngomongnya yg simple.

Oya buat panitia milad II TDA, salut banget sama kerjanya. Disela-sela kesibukan TDB dan TDAnya ternyata masih sempat memikirkan kerja utk kebaikan orang banyak.

Btw, ada beberapa teman yg bilang nama saya kemarin dipanggil karena menang salah satu lomba menulis. Bener ga ya? Wah sayang saya udah pulang duluan, yah mau bagaimana lagi, soalnya ada tanggung jawab utk cek toko di bogor, maklum masih agak pelit utk menggaji store manager, jadi semua-semua diurus sendiri dulu.

Tapi kalo menang beneran... waduh.. tengkyu banget buat pak Roni dan teman2 panitia yg sudah memilih karya saya. Baru kali ini saya menang lomba seperti ini. Tapi pesertanya berapa orang ya? ;)

Tuesday, January 1, 2008

Investasi di Properti : Dolf De Roos




Pertanyaan pertama

Kalau anda punya uang 112 juta, lalu anda belikan saham, berapa nilai yg anda dapat? Tentunya senilai tepat 112 juta juga.

Tapi kalau 112 juta anda belikan properti, anda bisa memperoleh properti seharga 465 juta dengan kredit 372 juta. (Dengan memperhitungkan DP 20% dan segala macam biaya, asuransi serta pajak).

Apakah ada bank yg bersedia membiayai pembelian saham? Jawabannya jelas tidak. Sebaliknya, banyak bank yang ingin memberikan uangnya kepada kita melalui skema KPR.


Pertanyaan kedua

Berapa nilai saham saat membeli saham senilai 112 juta dengan menggunakan uang tunai 112 juta? Pada saat itu ya persis 112 juta juga. Dengan berjalan waktu bisa naik, tapi juga bisa turun.

Pada saat anda membeli properti seharga 465 juta, dengan uang tunai hanya 112 juta dan kredit 372 juta, berapa nilai sebenarnya properti ini? Bisa saja 500 juta atau bahkan 600 juta. Banyak orang menjual dengan harga lebih rendah dari nilai pasar karena sedang butuh uang mendesak. Dan nilai properti jarang sekali turun.


Pertanyaan ketiga

Ketika anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Berdoa....

Tapi ketika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Buanyak...

Anda bisa cat ulang agar lebih rapih, anda bisa beri fasilitas yg lebih menarik (AC, TV kabel, Internet) lalu anda sewakan dengan harga lebih tinggi, anda bisa buatkan garasi dll.

Banyak pedagang properti membeli rumah yg kondisinya kumuh lalu hanya dengan melakukan sedikit perapihan dan pengecatan menjual kembali rumah tsb dg kenaikan harga 20%-40% pada tahun berikutnya setelah perhitungan NJOP naik.


Pertanyaan keempat

Setelah anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta dan kemudian ternyata nilainya sudah berlipat 2x menjadi 224 juta, apa yg anda lakukan utk menikmati hasilnya? Ya tentunya anda mesti jual sebagian atau seluruhnya.

Sementara, jika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta + kredit 372 juta dan kemudian nilainya berlipat 2 x menjadi 1 milyar, apa yg bisa anda lakukan utk menikmati hasilnya?

Anda bisa refinancing alias ambil hutang KPR baru dg agunan properti tsb. Katakanlah anda hanya memperoleh 70% dari nilai properti, berarti 700 juta, dipotong biaya2 sekitar 50 juta, sisa 650 juta.

Sekarang anda bisa lunasi hutang awal 372 juta, dan anda masih memiliki sisa uang cash 650-372 = 278 juta.

Berapa lama nilai properti bisa menjadi 2 x lipat? Tergantung upaya yg anda lakukan. Tapi katakan anda tidak melakukan apa2, pada kasus rumah kost yg akan saya jual, hanya dalam 3 tahun dari periode 2004 s/d 2007 nilai NJOP sudah naik lebih dari 2 x lipat.


Dan cerita pun berulang dari Pertanyaan Pertama lagi

Dengan sisa uang cash 278 juta itu anda bisa beli properti lagi seharga sekitar 1,158 milyar. Dan seterusnya bisa anda bayangkan sendiri.... :)

Kalo programmer tinggal kasih coding begini aja :

asset = 112 juta
Do while asset < 500 milyar
....do pertanyaan pertama
....do pertanyaan kedua
....do pertanyaan ketiga
....do pertanyaan keempat
endd

hehehe....



Note : dikutip dan dimodifikasi dari 4 pertanyaan ajaib Dolf De Roos


.