Wednesday, March 21, 2007

Persiapan Jadi Pengusaha (Full TDA)

Saat ini status saya masih amphibi, karyawan iya, usaha iya. Sebetulnya enak sih dapat income dari sana sini. Tapi pada akhirnya suatu saat nanti saya harus fokus pada usaha yg sekarang dirintis (istilahnya, jadi full TDA), karena peluang dari usaha lebih besar dibanding sekedar jadi karyawan, ini pengalaman saya lho... pengalaman teman2 yg lain bisa jadi berbeda.

Tapi apakah usahanya sdh bisa diandalkan? Apakah usahanya bisa mensupport keluarga? Apakah usahanya mampu bertahan menghadapi tantangan jaman?

Itu pertanyaan sulit dan semua pertanyaan itu belum bisa saya jawab sekarang.

Saat ini yg saya lakukan adalah terus membangun dan mengembangkan usaha dengan memakai semua resource yg saya punya. Makin banyak resource yg dipakai, makin cepat bisnis berputar. Salah satu resource penting adalah uang.

Tapi karena gaji terbatas, uang yg saya punya juga ga banyak, jadi harus menggunakan uang pihak lain. Bagaimana supaya pihak lain percaya dengan kemampuan saya membayar cicilan hutang sehingga mereka mau meminjamkan uangnya? Ini bukan perkara gampang.

Kalau kita mengajukan kredit ke bank dgn status sebagai pengusaha, mereka meminta NPWP, SIUP, TDP, badan hukum usaha, usaha sudah jalan minimal 2 tahun, copy rekening 3 bulan terakhir, wah.. ribet banget.

Untungnya -luck factor nih- dengan status karyawan, saya masih bisa mengajukan kredit hanya dengan modal slip gaji. Terus terang saya hobi ngutang dan dengan ngutang ini saya bisa beli beberapa rumah walaupun tipe imut semua. Ga kebayang kalau saya dulu cuma mengandalkan tabungan, pasti asset saya jauh dari yg ada sekarang.

Tapi dari situ saya tau, supaya usaha saya bisa survive, supaya bisa full TDA, supaya bisa tetap menjalankan hobi ngutang, yg harus saya harus lakukan adalah :
  1. Membentuk badan hukum untuk menaungi usaha, lengkap dengan segala atributnya seperti NPWP, SIUP, TDP dan entah apa lagi. Dan jangan lupa, mengangkat diri sendiri jadi direktur, hehehe....
  2. Menjalankan usaha ini paling tidak 2 tahun, sehingga tahu apa saja permasalahan yg akan dihadapi dan bagaimana mengatasinya, paling nggak sudah punya jam terbang lah.
  3. Membuat catatan mutasi rekening bank yg ramah kredit (kata lain dari big profit), sehingga begitu melihat catatan ini bank akan langsung berebut dan tertarik utk kasih pinjaman.
  4. Baru setelah itu saya bisa resign dari TDB dgn aman.

Ya... baru itu yg kepikiran sekarang ini... :)

Tapi saya yakin jalannya tidak harus seperti itu, pasti ada banyak faktor lain yg sesuai untuk kondisi masing2 orang.

2 comments:

Rani said...

klo maw blog qt d kunjungi bnyk visitor gmn? rani jg sich sama msh kerja d orng tp pngn pnya sampingan jg..

Rani said...

tolong share nya ya d email rani_afiyatini@yahoo.com. mksih bngtt mas