Saturday, May 31, 2008

Kebutuhan Hidup

Kemarin pas nganter barang ke toko iseng ngobrol sama anak2 toko Cibubur. Gaji mereka ini habisnya buat apa aja sih...

3 orang pegawai saya, mereka ga pernah makan dirumah, karena mereka tinggal dengan saudara, mungkin mereka sungkan ngerepotin, udah tinggal gratis masa makan gratis juga. Jadi mereka selalu makan ditoko, pagi, siang, malam. Kadang hanya pagi dan sore aja.

Biaya sekali makan, maksimal 5000. Tiga kali makan berarti 15.000. Sebulan kurang lebihnya mungkin 400 - 450.000.

Transport rumah ke toko bagaimana? Sebelum BBM naik, mereka habis 98.000 sebulan. Itu bisa terjadi karena mereka hanya membayar transport utk 1/2 bulan saja. Setengah bulan sisanya mereka jaga di Bogor, disana mereka cukup jalan kaki 10 menit dari tempat kost yg saya sediakan ke toko. Setelah kenaikan BBM kemarin, transport jadi 135.000. Naik 37,8%.

Kenaikan yg luar biasa. Lebih tinggi dari kenaikan premium. Kalo udah begini, argumentasi bahwa subsidi BBM tidak adil karena hanya utk kalangan yg punya kendaraan rasanya sudah tidak tepat lagi, karena kalangan yg tidak mempunyai kendaraan ternyata malah menanggung beban kenaikan yg lebih besar. Dan mereka tidak tercatat dalam kelompok penerima BLT.

Utk mensiasati kenaikan transport ini, mereka berencana utk kost di dekat toko Cibubur dg biaya per orang 100.000. Jadi menghemat 35.000.

Berarti total makan dan transport saja sudah dikisaran 535 - 585.000. Belum biaya maintenance, kan mereka wanita semua, belum biaya entertainment... waduh... kalo mereka ga pada jago ngatur duit pasti pada pusing di akhir bulan.

Tapi yg saya suka dari mereka, mereka tetap ceria dan ga pernah mengeluh, mungkin tidak ke saya...

Ini menjadi salah satu PR saya, bagaimana bisa meningkatkan penghasilan mereka.

Tuesday, April 15, 2008

Beli Properti dg Cashflow Minus

Kemarin ada rekan yg menanyakan pendapat saya soal pembelian properti.

Idealnya jika kita beli properti, kita harus memperoleh pendapatan dari properti tsb., entah disewakan atau kita gunakan utk usaha dan pendapatan ini harus lebih besar dari cicilan kredit ke bank agar memberikan cashflow positif.

Hanya saja utk bisa dapat properti seperti itu butuh waktu dan harus telaten. Memang jika bisa dapat ya udah pasti untung. Tapi jika kita hanya bisa menemukan properti dg cashflow minus apa kita tidak bisa mengambil untung? Menurut saya masih tetap untung, cuma memang bukan untung dalam jangka pendek, analoginya begini :

Kalo kita ingin dapat uang 12 jt tahun depan, berarti kita harus nabung 1 jt / bln selama 12 bln.

Kalo utk dapat 12 jt itu kita ga perlu bayar 1 jt, tapi cukup 300rb / bln aja soalnya yg 700rb udah dibayarin sama pacar, untung ga? Untung donk... :)

Kalo setelah kita bayar 300 rb / bln selama 12 bulan, tapi ternyata kita dapatnya bukan 12 jt, tapi 15 jt, untung ga? Lebih untung lagi... hehehe...

Tapi dengan catatan ya :
  1. Selisih cicilan dan pendapatan tidak terlalu besar dan tidak memberatkan.
  2. Lokasi dan kondisi properti tidak terlalu jelek sehingga persentase pertumbuhannya tidak dibawah normal, ya.. rata2 aja udah cukup lah.
  3. Cicilan besarnya relatif tetap, ya naik turun sedikitlah, sementara pendapatan dari properti masih bisa dinaikkan dengan berbagai upaya sehingga dalam jangka panjang garis pendapatan akan melampaui garis cicilan.

Jadi, buat saya rasanya kalo dapat yg masih minus ya gpp tinggal diupayakan jadi positif, kalo dapat yg udah positif ya itu bonus.

Monday, March 31, 2008

Direktur Baru di Ruzika Corporation

4 toko offline di 3 mall yang berbeda dan lokasi yang berjauhan bukan hal yang sederhana utk di manage. Belum lagi 1 toko online dengan orderan yang tidak pernah berhenti dari berbagai daerah di indonesia, dari aceh sampai papua, bahkan ke mancanegara.

Sementara saya dan Poppy masih berstatus karyawan yg tentunya terikat dengan aturan2 dan jadwal pekerjaan di kantor kami masing2. Benturan kepentingan, pemakaian waktu dan fasilitas kantor menjadi hal yg tidak bisa dielakkan.

Jika kondisi ini dijalankan terus, tentunya akan tidak sehat. Di kantor kita tidak bisa fokus sementara usaha juga tidak bisa tumbuh dengan kecepatan yg diharapkan.

Dan akhirnya kita harus putuskan.

Poppy harus resign dari jabatan Product Supply Specialist di tempatnya bekerja sekarang, salah satu perusahaan kosmetika ternama di Indonesia per akhir April 2008. Utk selanjutnya akan memegang posisi Direktur Operational di Ruzika Corporation.

Tugas barunya akan akan meliputi tapi tidak terbatas pada :
  1. Meningkatkan sales dan profit masing2 toko.
  2. Menjaga level supply dan demand.
  3. Meningkatkan kualitas SDM.
  4. Memperbaiki administrasi.
  5. Mempersiapkan pembentukan toko baru paling lambat th depan.
Tugas yg sangat menantang dan diharapkan dengan bisa 100% fokus di Ruzika insyaallah growth di 2008 akan sangat baik.

Penyakit Lama

Salah satu hal yang menjengkelkan dari diri saya adalah sifat saya yg angin2an.

Sering ga ada angin ga ada hujan tiba2 saya bosan dengan hal tertentu. Satu hal yg tadinya saya geluti 24 jam, bisa tiba2 saya tinggalkan begitu saja.

Dan parahnya ini terjadi pada usaha yg saya jalankan. Entah kenapa saya merasa sangat bosan saat menjalankan usaha Ruzika. Muncul perasaan malas yg luar biasa utk memfollow-up pesanan yg masuk, malas membuka email, malas membaca sms, malas mengangkat telepon yg masuk. Tapi tetap semangat saat menghitung uang yg masuk.. :p. Ini berlangsung beberapa minggu terakhir.

Alhamdulillah saya menjalankan usaha ini tidak sendirian, Poppy, istri saya masih tetap semangat. Walau dia juga jadi semakin sibuk karena ditambah beberapa pelanggan yg kemudian complain langsung ke dia karena order yg dikirimkan ke saya tidak ada beritanya.

Ternyata memang musuh terbesar saya ada di dalam diri saya sendiri, bukan dari orang lain, bukan dari kompetitor. Saya harus berusaha sekuat tenaga utk mengembalikan motivasi dan spirit yg dulu saya miliki. Sekedar kata maaf kepada pelanggan tentu tidak cukup.

Saya bereskan semuanya satu persatu.

Sunday, February 10, 2008

Pengalaman mengelola SDM di toko

Beberapa saat lalu pak David email ke saya meminta sharing soal SDM di toko, karena ceritanya agak panjang dan saya pikir mungkin ada orang lain yg berminat utk mengetahui hal ini, maka saya sharing aja di blog.

Khusus utk SDM, pertama buka toko, saya mempromosikan pembantu di rumah, jadi saya tawarkan dia gaji lebih besar, tapi dia harus mengerjakan 2 pekerjaan, di rumah dan di toko. Saya tau itu adalah hal yg berat, krn itu dia saya minta utk mencari teman, dia kemudian mengajak kakaknya.

Kenapa saya berani mempromosikan pembantu? Walau dia hanya sekolah sampai SD dan umurnya baru 17 th, tapi saya lihat dia punya potensi. Dan dari sisi kontrol akan lebih mudah, karena mereka juga tinggal di rumah saya.

Sedikit ada problem dg kakaknya, orangnya agak lugu, tidak bisa hitung2an, bahkan memakai kalkulator sekalipun, jadi harus di kasih kursus kilat ala kumon, hehehe...

Mereka berdua yg jadi pionir di toko, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Setelah bbrp bulan, kakaknya terpaksa pulang kampung krn dipanggil suaminya. Akhirnya kita cari orang lagi, dan syarat tambahannya adalah dia juga harus tinggal di rumah saya.

Beberapa kali saya lakukan pola seperti itu.

Sampai setelah karyawan mencapai >2 orang, saya ga mungkin lagi meminta mereka tinggal di rumah karena space rumah yg terbatas, tapi orang baru selalu saya tandem dengan orang lama utk jaga toko, agar bisa saling belajar.

Utk gaji, saya berikan dg memperhatikan pasar di toko sekitar, utk karyawan yg rekrutmennya di cibubur tapi kemudian saya alokasikan di toko bogor atau cikarang, saya berikan fasilitas kamar kost dan tambahan uang makan.

Gimana supaya bisa jualan? Ya diberikan contoh bagaimana cara menjual yg kita inginkan, teori juga dikasih, tapi praktek lsg akan lebih baik, kebetulan istri memang senang jualan.

Apa dia jujur? Sulit mendeteksi kejujuran seseorang, orang yg jujur pun kalau situasi terpepet bisa berubah, yg paling penting adalah kontrol. Kita harus rajin cek, berapa stok masuk, berapa terjual, berapa sisa, apakah uang masuk sesuai sales yg terjadi, awalnya mungkin dalam periode yg singkat, 1-2-3 hari sekali, tapi lama2 bisa diperpanjang, seminggu- dua minggu sekali.

Satu toko saya usahakan 2 orang yg jaga, karena kalo kondisi ramai, saya merasakan sendiri kesulitannya, blm lagi kalau dia mau shalat, ke toilet, cari makan, toko siapa yg akan jaga? Selain hal keamanan, juga utk jaga2, siapa tau karyawan yg satu keluar, saya masih ada karyawan yg lain, jadi tidak terlalu pusing. Biaya kan jadi tinggi? Ya itu sdh dihitung, dan rasanya masih lebih banyak manfaatnya.

Pengalaman paling ga enak adalah saat harus memberhentikan karyawan, tapi ini perlu dilakukan supaya virus yg ada tidak menyebar dan mempengaruhi kinerja karyawan yg lain.

Oya dari pengalaman saya, ternyata umumnya orang yg pintar jualan biasanya kurang teliti soal administrasi, sebaliknya orang yg administrasinya rapih ternyata cenderung pasif saat menawarkan produk. Tapi pernah juga sih nemuin orang yg ga bisa jualan tapi administrasinya juga berantakan.... :)

Monday, February 4, 2008

Sprint atau Maraton

Sprint : lari secepat-cepatnya utk segera mencapai finish jarak dekat
Maraton : lari dalam kecepatan terjaga untuk mencapai finish yg jaraknya jauh.

Kalau bisnis, lebih baik sprint atau maraton?

Utk mengejar target jangka pendek, sprint perlu. Kejar garis finish secepat2nya selagi energi masih penuh, semangat masih tinggi, sumber daya mendukung dan peluang masih ada di depan mata.

Kalau target jangka pendek sdh tercapai, sprint lagi utk target jangka pendek berikutnya.

Sekali, dua kali, masih ok. Tapi selanjutnya... Apa iya harus sprint terus2an? Apa stamina masih terjaga? Kalo semangat sih masih tinggi, tapi apa energi masih cukup?

Butuh stamina luarbiasa prima utk sprint terus menerus. Satu hal yg tidak saya miliki. Yg sekarang perlu saya lakukan adalah menjaga daya tahan agar tetap kuat berlari, tidak perlu cepat, tapi stabil.

Atau, mungkin harus memikirkan cara lain, tidak harus berlari, naik mobil aja?
;)

Sunday, January 27, 2008

Dari Milad II TDA

Ada beberapa insight yg saya dapat dari penuturan pak Perry di Milad TDA kemarin. Buat yg belum tau, pak Perry ini bossnya beberapa factory outlet di bandung, dan bisnis terbarunya adalah rumah sosis di jl. setiabudi yg omzetnya gila2an, saya juga baru tau kemarin sih... :)

Beberapa saya kutip disini :
  • Berpikir diluar kotak... baik dalam ide usaha, maupun cara menjalankannya.
  • Untuk memulai usaha, ukur kerugiannya, jika akibat rugi jadi melarat ya batalkan aja usahanya, tapi lanjutkan jika kerugian masih bisa ditanggung. Artinya risk management mesti bener nih.
  • Pola pikir yg sederhana... Soalnya kalau kita berpikir terlalu kompleks malah cenderung tidak melakukan action apapun, karena sdh takut dari awal.
  • Jangan takut untuk suntik mati unit usaha yg tidak memberikan profit. Stop loss aja daripada ga enak makan ga enak tidur berhari-hari dan terancam kena margin call.
  • Tempatkan orang yg tepat di tempat yg seharusnya.
  • Kasih tantangan utk karyawan. Pulang dari milad, saya langsung bilang ke karyawan di tiap toko, kalo omset bln depan jadi xx juta, bonus kamu saya tambahin xx rupiah diluar bonus normal. Ya.. dicoba aja, sapa tau berhasil... :)
Sebetulnya yg dibicarakan diatas, bukan hal2 baru juga, tapi entah kenapa kena banget sama saya, mungkin karena cara ngomongnya yg simple.

Oya buat panitia milad II TDA, salut banget sama kerjanya. Disela-sela kesibukan TDB dan TDAnya ternyata masih sempat memikirkan kerja utk kebaikan orang banyak.

Btw, ada beberapa teman yg bilang nama saya kemarin dipanggil karena menang salah satu lomba menulis. Bener ga ya? Wah sayang saya udah pulang duluan, yah mau bagaimana lagi, soalnya ada tanggung jawab utk cek toko di bogor, maklum masih agak pelit utk menggaji store manager, jadi semua-semua diurus sendiri dulu.

Tapi kalo menang beneran... waduh.. tengkyu banget buat pak Roni dan teman2 panitia yg sudah memilih karya saya. Baru kali ini saya menang lomba seperti ini. Tapi pesertanya berapa orang ya? ;)

Tuesday, January 1, 2008

Investasi di Properti : Dolf De Roos




Pertanyaan pertama

Kalau anda punya uang 112 juta, lalu anda belikan saham, berapa nilai yg anda dapat? Tentunya senilai tepat 112 juta juga.

Tapi kalau 112 juta anda belikan properti, anda bisa memperoleh properti seharga 465 juta dengan kredit 372 juta. (Dengan memperhitungkan DP 20% dan segala macam biaya, asuransi serta pajak).

Apakah ada bank yg bersedia membiayai pembelian saham? Jawabannya jelas tidak. Sebaliknya, banyak bank yang ingin memberikan uangnya kepada kita melalui skema KPR.


Pertanyaan kedua

Berapa nilai saham saat membeli saham senilai 112 juta dengan menggunakan uang tunai 112 juta? Pada saat itu ya persis 112 juta juga. Dengan berjalan waktu bisa naik, tapi juga bisa turun.

Pada saat anda membeli properti seharga 465 juta, dengan uang tunai hanya 112 juta dan kredit 372 juta, berapa nilai sebenarnya properti ini? Bisa saja 500 juta atau bahkan 600 juta. Banyak orang menjual dengan harga lebih rendah dari nilai pasar karena sedang butuh uang mendesak. Dan nilai properti jarang sekali turun.


Pertanyaan ketiga

Ketika anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Berdoa....

Tapi ketika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta, apa yg bisa anda lakukan agar nilainya segera naik? Buanyak...

Anda bisa cat ulang agar lebih rapih, anda bisa beri fasilitas yg lebih menarik (AC, TV kabel, Internet) lalu anda sewakan dengan harga lebih tinggi, anda bisa buatkan garasi dll.

Banyak pedagang properti membeli rumah yg kondisinya kumuh lalu hanya dengan melakukan sedikit perapihan dan pengecatan menjual kembali rumah tsb dg kenaikan harga 20%-40% pada tahun berikutnya setelah perhitungan NJOP naik.


Pertanyaan keempat

Setelah anda membeli saham senilai 112 juta dengan harga beli 112 juta dengan uang cash 112 juta dan kemudian ternyata nilainya sudah berlipat 2x menjadi 224 juta, apa yg anda lakukan utk menikmati hasilnya? Ya tentunya anda mesti jual sebagian atau seluruhnya.

Sementara, jika anda beli properti senilai 500 juta dengan harga beli 465 juta dan hanya dengan uang cash 112 juta + kredit 372 juta dan kemudian nilainya berlipat 2 x menjadi 1 milyar, apa yg bisa anda lakukan utk menikmati hasilnya?

Anda bisa refinancing alias ambil hutang KPR baru dg agunan properti tsb. Katakanlah anda hanya memperoleh 70% dari nilai properti, berarti 700 juta, dipotong biaya2 sekitar 50 juta, sisa 650 juta.

Sekarang anda bisa lunasi hutang awal 372 juta, dan anda masih memiliki sisa uang cash 650-372 = 278 juta.

Berapa lama nilai properti bisa menjadi 2 x lipat? Tergantung upaya yg anda lakukan. Tapi katakan anda tidak melakukan apa2, pada kasus rumah kost yg akan saya jual, hanya dalam 3 tahun dari periode 2004 s/d 2007 nilai NJOP sudah naik lebih dari 2 x lipat.


Dan cerita pun berulang dari Pertanyaan Pertama lagi

Dengan sisa uang cash 278 juta itu anda bisa beli properti lagi seharga sekitar 1,158 milyar. Dan seterusnya bisa anda bayangkan sendiri.... :)

Kalo programmer tinggal kasih coding begini aja :

asset = 112 juta
Do while asset < 500 milyar
....do pertanyaan pertama
....do pertanyaan kedua
....do pertanyaan ketiga
....do pertanyaan keempat
endd

hehehe....



Note : dikutip dan dimodifikasi dari 4 pertanyaan ajaib Dolf De Roos


.

Monday, December 31, 2007

Tutup Tahun 2007

Alhamdulillah th 2007 sudah dilewati, banyak nikmat yg sdh diberikan Allah pada team Ruzika di tahun ini.

Counter blog saya sdh tembus 10.000 sejak di publish nov 2006. Counter di toko online Ruzika sudah mendekati 50.000. Banyak blog lain yg memiliki counter jauh lebih tinggi, tapi buat saya sdh prestasi yg sangat bagus.

Januari 2007 Ruzika buka cabang di BTM Bogor, lalu Desember 2007 buka lagi cabang khusus jilbab Zoya di SGC Cikarang dan masih ada calon cabang di SGC yg akan dibuka 2008 nanti. Dengan demikian ada tambahan 3 properti komersial baru. Ini sejalan dengan strategi ruzika utk investasi di properti komersial daripada properti perumahan.

Dari sisi tenaga kerja, ruzika sdh berhasil memberikan kesempatan kerja pada 4 anggota team baru sehingga total sampai saat ini sdh ada 6 orang.

Portofolio produk yg kita jual juga semakin bertambah. Khusus jilbab saja kita sudah menjadi agen dari beberapa brand ternama seperti Swarna, Zoya, Rabbani, Permata. Lalu baju anak Salsakids, Ghian by Dannish. Kaos muslim Farah Fairuz, selain SIK Clothing yg sudah sejak 2006. Ada juga gamis dan baju renang muslimah D' Safa. Untuk mukena, ruzika menjadi agen dari brand Majidah. Untuk sajadah kami memiliki koneksi dengan importir langsung. Dengan semakin variatifnya produk dan produsen, kita berusaha membagi resiko, kita tidak ingin terlalu tergantung pada satu produsen.

Pencatatan penjualan Ruzika selama 2007 juga sudah membutuhkan angka 10 digit sejak sekitar awal oktober lalu. Angka yg juga sangat lumayan, apalagi kalo flashback ke masa-masa awal buka toko bulan agustus 2006 dimana sales toko baru 100 ribuan, bahkan pernah no sales.

Saya yakin, rekan2 TDA yg lain juga th 2007 ini memiliki BIG WINNING-nya masing2. Jadi, tetap berjuang utk menjadi yg lebih baik dari tahun lalu. No pain, no gain.

2008... fokus pada tujuan.


.

Tuesday, December 25, 2007

Resolusi 2008

Dapat PR nih dari mbak Doris sama pak Agus Suhanto utk buat resolusi 2008.

Sudah puluhan tahun hidup saya terbiasa berjalan mengalir saja, tiap tahun baru dilewatkan tanpa harus membuat target tertentu yg spesifik. Dan memang yg terjadi adalah hidup saya datar, berjalan bagai garis simple moving average dengan periode yg panjang sehingga tidak terlalu terpengaruh berbagai gejolak yg terjadi pada saat saya melalui titik tertentu.

Tapi sejak buka Ruzika, berpikir tentang target sdh menjadi keharusan. Tiap minggu, dulu bahkan tiap hari, saya menghitung sales utk melihat apakah target bulan berjalan akan tercapai. Awal th 2007 lalu, saya dan Poppy juga men-set target sales bulanan yg harus dicapai Ruzika. Waktu itu sih kayaknya bercanda ngambil angka dari langit, soalnya nilainya rasanya jauh banget diawang2. Tapi... anehnya... tercapai, alhamdulillah.

Utk 2008, secara general kegiatannya tetap mengacu pada Repelita (ingat jaman SD) utk membuka minimal 2 toko setiap tahun selama 5 tahun ke depan sehingga omzet bisa mencapai 1 milyar / bulan.

Jadi, target bisnis 2008 :
  1. Meningkatkan perputaran bisnis di toko Plaza Cibubur, Bogor Trade Mall dan Online Store.
  2. Membesarkan Rumah Kerudung Lamara di SGC, sehingga mampu membiayai dirinya sendiri, memberikan peluang kerja bagi karyawan dan peluang bisnis bagi subagen.
  3. Membuka satu toko lagi di SGC, mudah2an bisa terealisir paling lambat bulan februari 2008.
  4. Membuka satu toko jilbab branded di lokasi yg sementara blm bisa di publish.
  5. Mencari sumber pendanaan yang murah dan mudah untuk pengembangan bisnis, termasuk jika perlu menjual salah satu bisnis properti yang sudah berjalan baik untuk membiayai bisnis retail. Bisnis retail akan disinergikan dengan bisnis properti. Jika di masa lalu saya lebih banyak investasi pada properti perumahan, maka ke depan saya akan lebih banyak bermain di properti komersial yang cicilannya akan dibayar oleh bisnis retail. Sementara itu properti yg ada sekarang akan dipakai untuk menunjang pembiayaan pembukaan bisnis retail baru.
  6. Menambah jumlah investasi pada sektor keuangan khususnya reksadana yang telah dimulai sejak beberapa bulan lalu.
  7. Trading forex online dengan real account. Saya tau bahwa ini sangat beresiko, tapi saya sudah coba demo account selama 3,5 bulan dan 3 bulan terakhir konsisten profit dengan average 80% / bln. Jika berhasil tentunya ini juga akan menjadi sumber dana yg lumayan utk pengembangan bisnis retail.

Utk target pribadi... perlu buka cabang juga ga ya? hehehe... ga ah... Bercanda aja, jangan ada yg marah ya.