Showing posts with label Saham - Reksadana. Show all posts
Showing posts with label Saham - Reksadana. Show all posts

Friday, February 18, 2011

New Broker for Option

Ga terasa setahun pakai thinkorswim (tos) utk trading option. Banyak yg gw suka disini. Softwarenya gampang dipelajari. Chartnya sip bgt dgn indicator yg komplet. Ordernya lumayan cepat ke fill. Customer servicenya cepet tanggap n ga pernah pake lama. Dan yg paling gw suka adalah analisa risk profilenya.

Sampai desember thn lalu denger kabar bahwa indonesia masuk daftar restricted country, dimana tos udah ga terima buka account baru dari indonesia. Ternyata bukan indonesia aja yg masuk daftar, tapi juga thailand dan singapore. Alasannya kenapa? Ga jelas. Tapi denger2 di singapore tos udah buka cabang bln feb atau maret ini.

Dan ternyata ga cuma account baru yg ditolak. Akhir januari 2011, tanggalnya lupa, pagi2 pas buka email eh.... ternyata dapat email talak juga dari tos. Existing account diminta ditutup per 28 feb. Waks... ngeselin banget.




Terpaksa deh cari2 broker baru. Dengerin kiri kanan. Cek di forum. Referensi temen. Cek barron's brokerage rating 2010. Akhirnya diputusin utk pindah ke interactive brokers.

Software tradingnya beda banget. Jadi mesti belajar lagi. Tapi seperti naik mobil, walau ganti mobil, yg penting gimana bisa ngegas, bisa ngerem, bisa jalan, pokoknya poin2 penting utk profitnya dulu aja yg dipelajari. Detail yg lain dipelajari sambil jalan ajalah.

Sekilas sih enaknya disini feenya lebih murah. Walau kompensasinya ada market data subscribtion.




Thursday, July 2, 2009

IHSG semester I 2009


Note: list diatas adalah saham2 yg selama ini saya pakai utk trading.

Semester I 2009, IHSG naik nyaris 50%.

Pada list diatas ada 8 saham dg kenaikan > 100%.
11 saham dengan kenaikan antara 20% - 99%.
Dan hanya 2 saham yg kenaikannya ga sampai 20%.

Angka saya ambil dari closing 30 des 2008, dibandingkan dg closing 30 juni 2009.

Serbu bursa....... :)




Wednesday, May 6, 2009

Bullish



Setelah maju mundur bbrp kali, akhirnya 6-7 bulan yg lalu saya coba masuk ke saham, trading online pakai etrading. Sebetulnya saya ga banyak paham soal analisa fundamental atau tehnikal malah mungkin lebih banyak feelingnya.

Yah bisnis memang kadang lebih sering mengandalkan intuisi, seperti juga pada saat buka Ruzika dulu. Tapi mungkin karena masuk disaat yg tepat jadi ikutan kebawa keatas (masuk saat IHSG masih diangka 1200an dan sekarang sdh di angka 1800an).

Saya masuk bursa dg uang sedikit dulu utk test dan coba2 trading, beli, untung dikit 3-8%, jual. Siklus seperti ini bisa terjadi hanya dalam beberapa jam tapi kadang butuh waktu beberapa hari bahkan beberapa minggu.

Bisa beberapa minggu karena kadang setelah dibeli, nilainya malah turun. Ini yg suka bikin deg2an. Kalo udah begini biasanya saya tutup aja komputernya dan pergi ngerjain aktivitas yg lain. Nanti beberapa hari kemudian nilainya diintip lagi, kalo udah mulai naik dan target profit udah kena baru dijual, kalo masih turun juga... ya diikhlasin aja, hehe.

Setelah beberapa bulan, karena profitnya lumayan dan sdh terbiasa dengan angka naik turunnya, dana modal trading ditambahkan lagi. Soalnya 3% dari 20jt kan beda dg 3% dari 200jt padahal usahanya sama kerasnya, nah kalo dalam sebulan bisa 4-5 kali profit kan lumayan. Profit blm pernah ditarik tapi diputarkan lagi utk beli saham yg lain biar hasilnya makin terasa... :)

Kadang juga suka dapat duit kaget kalo nilai sahamnya mendadak terbang seperti waktu pegang UNSP dan ENRG beberapa waktu lalu, itu bisa dapat lebih dari 30%.

Beberapa kali terjadi setelah saham dijual ternyata malah nilainya terbang, yah.. awal2nya susah juga nerima, kok jatah gw cuma segini.... tapi ya balik lagi.. mesti ikhlas... jangan serakah, lupain yg udah lalu, cari peluang baru yg tiap hari lewat di depan mata.

Sebetulnya di saham ini banyak orang baik yg suka kasih analisa gratis di blognya, kita bisa belajar banyak dari orang2 itu. Walau gratis tapi hasilnya lumayan ok. Malah ada anak umur 16 th yg pengalaman tradingnya udah 6 tahun.. dan sekarang sekali ngadain workshop sehari bisa dapat 100an juta....

Saturday, April 11, 2009

Profit Triliunan dari Saham?

Tadi sambil nunggu setoran dari toko plaza cibubur saya numpang baca2 gratis di toko buku kharisma. Salah satu yg saya baca adalah majalah Swa.

Artikel yg menarik di majalah itu mengenai Edy Joenardi. Disebutkan dg modal sekitar 60an juta, mulai masuk bursa 5 th yg lalu dan sekarang asetnya triliunan. Saya ga sempat baca sampai habis karena karyawan saya keburu telepon memberi tahu toko sdh tutup dan mereka sdh menunggu saya di lantai bawah.

Terima setoran, terima laporan mingguan... alhamdulillah sales 11 hari bulan april lumayan bagus, moga2 bisa dipertahankan.

Sampai rumah saya lanjutkan baca artikel tsb di webnya Swa.

Ternyata pak Edy ini untung besar karena beli saham BUMI saat harganya masih 400, mungkin sekitar akhir 2003, lalu dijual saat harganya 6000. Nah yg bikin nilai profitnya triliunan ya karena jumlah saham yg dibeli juga ga tanggung2, 1 milyar saham.

Dengan 1 milyar saham, modal yg dibutuhkan pada saat beli adalah 400M, lalu dijual dg nilai total 6T, jadi profit 5,6 triliun.... weleh.... Dan dia melakukan hal ini tdk hanya sekali, tapi beberapa kali walau dg profit yg lebih kecil.

Yang tidak dijelaskan di artikel Swa itu adalah... pak Edy masuk bursa th 2003 dg modal 60an jt, lalu bagaimana caranya hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun bisa membeli BUMI sampai senilai 400 milyar, mungkin ini rahasia dagang kali ya... :p

Monday, March 23, 2009

Amatiran


Hari ini ihsg tutup di 1406. Kalo di bandingkan dg posisi terendah tgl 28 nov 08 di 1089, berarti udah naik sekitar 29%. Hari ini juga volume cukup besar, valuenya juga lumayan.

Pasar tetangga di asia juga naik lumayan. HSI 4.78%. Nikkei 3.39%. Pasar europe juga naik. Dow dan SP smp saat ini sdh > 5%, nasdaq >4%.

Dari ichimoku juga terlihat tenkan sen sdh cross keatas dg kijun sen, price sdh diatas kumo, chinkou span diatas price. Kalo udah begini katanya sih bakal naik lagi.

Tadi sore sebetulnya udah ga sabar utk jual, untung offernya hanya nyaris kena, tapi bmri udah terlanjur lepas disaat2 terakhir. Karena kalo liat data diatas rasanya masih bisa naik lagi.... :)

Kita liat besok ya.

Thursday, March 19, 2009

Terbang

Yg begini nih yg selalu dicari tapi susah didapat.... :)



Thursday, December 11, 2008

IHSG mengikuti Dow Jones?



Saya subscribe email buletin dari Marketwatch. Sering terjadi, kalau semalam diberitakan indeks dow jones turun, maka besoknya IHSG ikut turun, dan sebaliknya.

Saya ambil data 3 bulan ke belakang dari yahoo finance.

Coba kita bandingkan utk tgl2 tertentu pada grafik diatas, ada 11 tanggal patokan yg bergaris : 22 sept, 29 sept, 13 okt s/d 9 des.

Ada 9 tanggal yg sama, dimana jika DJI turun, IHSG ikut turun. Jika DJI naik, IHSG ikut naik.

Hanya ada 2 tgl yg berbeda yaitu 24 nov, dimana DJI naik tapi IHSG turun. Perbedaan yg lain terjadi di tgl 9 des, tapi saya rasa ini terjadi karena kita libur idul adha.

Satu lagi yg saya bandingkan, trend antar tgl patokan, ternyata juga mirip.

Kemiripannya cukup besar, lumayan bisa buat bantu prediksi transaksi besok... ;)

Tuesday, October 28, 2008

Seberapa parah jatuhnya pasar saham?

Semalam iseng2 liat data yahoo finance utk lihat pergerakan index di beberapa bursa saham.

Hangseng terparah adalah saat ini. Pernah mencapai 31352 dan sekarang hanya 12596, nilainya sekarang tinggal 40%.

Dow Jones Industrial rekor jatuhnya di tahun 1933, nilainya hanya 42, padahal di 1929 masih 323. Anjlok 88% jadi cuma senilai 12%.

Nikkei nilainya pernah tinggal 20% menjadi 7831 di 2003, dari sebelumnya 38916 di 1989.

STI singapore pernah jeblok dari 2449 th 1996 ke 856 th 98. Anjlok 65%.

Bagaimana index bursa saham indonesia?

Ternyata IHSG pernah jatuh sampai nilainya tinggal 36%. Juli 1997 nilai index masih 724, september 1998 mencapai 263.

Tapi semua memiliki kesamaan, setelah mencapai titik terendah, pasti segera naik lagi.

IHSG juni 99, tidak sampai 1 thn sejak titik terendah, kembali ke 707. Walau 3 th kemudian turun lagi ke 353. Tapi sejak itu naik terus sampai jan 2008 di 2830. Naik 800an % dalam 5 tahun. Luar biasa.

Kalau dg kondisi sekarang bagaimana? Apakah akan seperti Dow Jones di tahun 1933? Rasanya nggak ya. Itu kan jaman dulu banget waktu sistem keuangan blm secanggih sekarang.

Atau seperti nikkei th 2003? Berarti dari 2830 bakal turun ke 580?

Atau hanya mengulang waktu krismon 1998 yg turun 64%? Jadi dari 2830 turun ke 1028? Kemarin sih index sdh di angka 1111, turun 61%.

Dan semalam DJI naik lebih dari 10%.
Bagaimana dgn bursa efek indonesia hari ini?

Wednesday, October 22, 2008

Investasi saham : In? Out?


Selama periode 2007 IHSG di BEI mengalami kenaikan yg menarik dari sekitar 1600an di awal tahun dan mencapai 2700an di akhir tahun.

Banyak produk reksadana juga memberikan return yg ok, ada yg lebih dari 70%an.

Maka tidak salah kalo di periode tsb banyak orang semangat utk masuk ke bursa, minimal mencoba reksadana, berharap bisa ikut menikmati selisih kenaikan.

Tapi di 2008, seperti analisa bbrp pakar, akhirnya bubblenya pecah, index di awal tahun yg mencapai 2800an sempat drop ke 2200 tapi naik lagi ke 2700, pelan2 turun lagi ke 2100an lalu naik lagi ke 2400an dan akhirnya di september terjun bebas hingga hari ini mencapai 1300an.

Dasar jurangnya dimana? Ga keliatan, dan ini yg bikin deg2an banyak investor. Ada yg daripada jantungan terus lalu buru2 sell. Ada yg mencoba bertahan, berharap kondisi segera berbalik, tapi begitu nilainya makin turun akhirnya ga kuat, sell juga. Ada yg mencoba average, tapi karena dana terbatas dan trend tidak berbalik bahkan meluncur makin kuat akhirnya malah kena jual paksa.

Tapi dimana-mana ada krisis ada juga peluang. Ada sebagian orang yg melihat saat ini adalah saat tepat utk masuk bursa.

Kalau sekarang index sdh turun sekitar 50%, apakah ke depan masih akan turun 50% lagi? Katakan menjadi 600an seperti di awal 2004? Mungkin saja, tapi berapa besar probabilitasnya? Setiap orang memiliki perhitungan masing2.

Saat ini banyak saham yg nilainya anjlok tinggal 15-30% dari nilai bbrp bulan lalu.

Berminat masuk juga?

Wednesday, November 21, 2007

Gesek Asyik : Hutang utk Reksadana



Pernah iseng liat pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana (RD) ? Kalo belum, bisa dicek data tabel diatas yg saya ambil dari portalreksadana.com.

Ternyata banyak yg memberikan return diatas 60% untuk periode 1 tahun. Bandingkan dg bunga deposito yg cuma 5-6%, masih dipotong pajak pula.

Tapi perlu diingat bahwa investasi RD adalah jangka panjang, 1, 2, mungkin 3 thn. Dalam perjalanan waktu, NAB suatu RD bisa naik turun, tapi seiring dg membaiknya ekonomi, NAB pasti akan ikut naik juga, hanya saja kinerja RD di waktu lalu tidak menjadi jaminan bagi kinerjanya di masa datang.

Karena sifatnya berupa investasi jangka panjang, tentunya uang yg diinvestasikan sebaiknya uang yg tidak terpakai utk kebutuhan sehari-hari.

Kalau kita punya uang, tentu mudah utk ikut investasi RD, kita bisa alokasikan sejumlah dana besar diawal utk pembelian unitnya, atau beli sedikit-sedikit dalam periode tertentu seperti halnya menabung, tapi returnnya jadi lebih sedikit dibanding dengan yg investasi sekaligus dalam jumlah besar diawal.

Supaya returnnya bisa setinggi kalau kita investasi besar diawal, tapi bayarnya sedikit-sedikit setiap bulan bagaimana caranya? Mesti pinjam duit donk.. hutang.

Kalau hutang biasa, agak susah, karena kita juga mesti bayar cicilan pokok disamping bunga, secara total nilai yg dibayar setiap bulan jadi besar.

Tapi kalau kita termasuk kolektor kartu kredit, nah ini bisa dimanfaatkan, usahakan minimal punya 2 kartu kredit.

Sekarang kan banyak yg menyediakan jasa tarik tunai dari kartu kredit, biasanya ada biaya 2,5% - 3,5% utk sekali tarik, anggap saja 3%.

Tehnisnya bagaimana?

Tarik tunai dari kartu kredit no. 1, satu hari setelah tgl cetak tagihan kartu kredit. Amati pergerakan NAB dari RD yg kita incar, beli saat NAB sedang turun, tapi jgn kelamaan nunggunya. Biaya yg kita keluarkan adalah 3% utk tarik tunai, 1% utk beli RD dan nanti ada 1% utk jual RD, total 5%.

Kalau dalam 1 bulan ternyata kejadian NAB RD naik > 5%, dan kita mau ambil untung, ya tinggal dijual lagi. Untungnya adalah selisih antara persentase kenaikan NAB - 5%.

Masalahnya, berhubung ini investasi jangka panjang, bisa saja dalam 1 bulan returnnya tidak setinggi yg diinginkan atau mungkin malah jeblok, tentunya kita harus menahan diri utk tidak menjual unit RD tsb.

Cuma, bagaimana membayar pokok tagihan kartu kredit pertama yg sdh jatuh tempo?

Nah ini gunanya kartu kredit ke 2. Kita bisa ambil tunai di kartu kredit ke 2 dg biaya yg sama, 3%, gunakan utk langsung lunasi tagihan kartu no. 1.

Bulan berikutnya, lakukan hal sebaliknya.

Jadi setiap bulan, kita hanya membayar biaya saja sebesar 3%, Ini mirip mekanisme pinjaman rekening koran, tapi bunganya agak lebih besar.

Setelah setahun, kita bisa berharap return RD cukup tinggi, dan kita bisa jual semua unit yg kita miliki, sebagian digunakan utk melunasi pokok pinjaman kartu kredit.

Berapa profitnya? Cost dari proses ini selama setahun adalah biaya tarik tunai (3% x 12) + biaya beli dan jual RD (1%+1%) = 38%. Kalau return RD katakan 70% per tahun, maka profitnya 70-38 = 32% per tahun.

Kalau diilustrasikan dg angka, misal kita tarik tunai 50 jt, semua dibelikan unit RD, berarti returnnya 32% x 50 jt = 16 jt.

Sementara analisa cash to cash nya, dengan modal 3% x 50 jt = 1,5 jt per bulan = 18 jt per tahun, dapat return 16 jt = 88,9% / th.

Menarik? Iya... Beresiko? Iya... :)

Kembali ke keyakinan dan keberanian anda sendiri.

Note :
Utk yg sdh punya bisnis, duit dari tarikan tunai disetorkan dulu ke rekening bank, jadi mutasi creditnya bisa lebih bagus dan besok2 bisa dapat kredit pinjaman lebih besar lagi. Selain itu, ga lama pasti limit kartu kredit akan ditawarkan utk naik oleh pihak bank, jadi tarik tunainya bisa lebih besar lagi.


.

Wednesday, October 3, 2007

Investasi saham

Selain forex, ternyata investasi di saham potensi profitnya juga luar biasa. Beberapa contoh dibawah datanya saya ambil dari yahoo finance.

Case 1 : RIMM - RESEARCH IN MOTION, leader dalam komunikasi wireless dengan salah satu produknya Blackberry.

Jika kita beli 100 lembar sahamnya pada april 2003 senilai $1,710 maka hanya dalam 4,5 th kemudian dg adanya stock split dan kenaikan value nilai total saham kita jadi sebesar $58,812.

Modal hanya 14 jutaan, kita duduk diam2 santai ga ngerjain apa2, ga mikir stok, ga mikir karyawan bandel, ga mikir sewa/kredit toko, ga mikir order, ga cape gotong2 barang dagangan... eh tau2 sekarang nilainya udah 537 juta, udah berlipat lebih dari 35 kali.



Case 2 : AAPL - APPLE INC, pemain lama di dunia komputer dg produknya iMac, iPod dan yg baru beberapa bulan dilaunch iPhone.

Ini juga sama, dengan produk2 barunya yg futuristik, nilai saham APPLE terus meningkat. Dalam 4,5 th nilainya sdh naik lebih dari 20 kali lipat.



Case 3 : GOOG - Google, sekarang semua orang kalo butuh info pasti cari di google. Juga aneka produk lainnya seperti blogger, google adsense, email dll.

Hanya butuh waktu 3 tahun utk melipatkan nilai sahamnya jadi lebih dari 5 kali lipat.

Ini adalah salah satu strategi investasi jangka panjang, mungkin 5 atau 10 tahun. Pemikiran yg mendasari strategi ini adalah ekonomi selalu bertumbuh, demikian juga dengan profit perusahaan.

Tantangannya adalah bagaimana memilih saham perusahaan yg tepat? Soalnya salah2 pilih, duit bisa lenyap.....